Hantaman Covid-19 di Indonesia, Investor Industri Manufaktur Tetap Eksis pada Semester I Tahun 2021. - MEGATRUST

Home / Bisnis

Rabu, 28 Juli 2021 - 23:21 WIB

Hantaman Covid-19 di Indonesia, Investor Industri Manufaktur Tetap Eksis pada Semester I Tahun 2021.

Megatrus.co.id, JAKARTA – Dampak hantaman Covid-19 di Indonesia masih berlanjut, tidak bisa dipungkiri beberapa sektor usaha kolaps. Namun tidak untuk investor industri manufaktur.

Hantaman Covid-19 di Indonesia masih berlanjut, justru investor manufaktur tetap eksis pada semester 1 tahun 2021 ini. Hal itu, bisa memperkuat investasi manufaktur di tanah air sehingga bisa meningkatkan daya saing.

Seperti dikutip di Suara.com, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Pemerintah Indonesia masih terus menciptakan iklim usaha yang kondusif, sehingga masih bisa menjadi negara tujuan utama para investor pada skala global.

“Seiring dengan berbagai upaya pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama bagi para investor skala global,” kata Agus Gumiwang dalam keterangan persnya di, Jakarta.

Menteri Perindustrian atau Menperin menegaskan, penerbitan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dapat memberikan sentimen positif kepada para investor untuk tetap menggelontorkan dananya di Indonesia.

Baca Juga :  Selain PCR, RT-LAMP Resmi Mendapatkan Izin Kemenkes. Alat Deteksi Varian Covid-19 Dari Mana Asalnya?

Pasalnya, ada berbagai kemudahan yang didapat oleh para investor. Apalagi, juga adanya tekad pemerintah dalam mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di tanah air.

“Pemerintah terus menjaga tingkat resiliensi industri di dalam negeri lewat sejumlah kebijakan berupa pemberian stimulus atau insentif, sehingga para pelaku industri bisa mengatasi tantangan pandemi dan terus bertumbuh,” paparnya di kutip dari Suara.com.

Merujuk data Kementerian Investasi/BKPM, yang ditulis Suara.com, pada Januari-Juni 2021, realisasi investasi sektor industri adalah sebesar Rp167,1 triliun atau naik 29 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp129,6 triliun.

Pada semester I tahun ini, sektor industri berkontribusi hingga 37,7 persen dari total nilai investasi nasional yang mencapai Rp 442,8 triliun.

Adapun dua sektor industri primadona yang menjadi penyumbang terbesar, yakni kelompok industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang berinvestasi sebesar Rp57,6 triliun atau berkontribusi 13 persen. Berikutnya adalah investasi dari industri makanan sebesar Rp36,6 triliun (8,3 persen).

Baca Juga :  Perlu Tahu Nih.!! Ini Keunggulan Metode RT-LAMP Alat Untuk Deteksi Covid-19

Sementara itu, sepanjang enam bulan ini, nilai penanaman modal dalam negeri atau PMDN dari sektor industri mencapai Rp46,3 triliun atau berkontribusi 21,6 persen dari total PMDN yang menembus Rp214,3 triliun.

Sedangkan, nilai penanaman modal asing atau PMA dari sektor industri mencapai Rp120,8 triliun atau berkontribusi 52,9 persen dari total PMA yang menembus Rp228,5 triliun.

Sumbangsih nilai PMDN sektor industri tersebut, berasal dari Investasi industri makanan sebesar Rp14,7 triliun yang meliputi sebanyak 2.644 proyek, kemudian industri kimia dan farmasi Rp8,4 triliun (1.074 proyek), industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp6,8 triliun (643 proyek), industri kertas dan percetakan Rp5,4 triliun (615 proyek), serta industri mineral non-logam Rp4,7 triliun (435 proyek).

Selanjutnya, investasi industri karet dan plastik Rp3,2 triliun (765 proyek), industri tekstil Rp1,1 triliun (614 proyek), industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain Rp678 miliar (270 proyek), industri kayu Rp404 miliar (516 proyek), industri barang dari kulit dan alas kaki Rp143 miliar (101 proyek), industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam Rp130 miliar (471 proyek), serta industri lainnya Rp546 miliar (804 proyek).

Baca Juga :  Puluhan Lansia di Vaksinasi Booster Pertama di Kota Tangerang Antisipasi Omicron

Sumbangsih nilai PMA sektor industri terutama berasal dari investasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar USD3,4 miliar (550 proyek), industri makanan USD1,5 miliar (1.216 proyek), industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain USD961,2 juta (624 proyek), industri kimia dan farmasi USD818,2 juta (779 proyek), serta industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam USD371,4 juta (677 proyek).

Berikutnya, investasi industri kertas dan percetakan USD246,8 juta (239 proyek), industri mineral non-logam USD220,2 juta (161 proyek), industri barang dari kulit dan alas kaki USD187,5 juta (200 proyek), industri tekstil USD163,1 juta (560 proyek), industri karet dan plastik USD158,7 juta (527 proyek), industri kayu USD28,2 juta (231 proyek), serta industri lainnya USD141 juta (520 proyek). (suara.com/Amul-red)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Tarif PPN Akan Naik. Berikut Daftar Barang yang Tidak Kena Kenaikan

Bisnis

IM3 Gelar Pesta Rakyat Meriahkan Kemerdekaan RI di Serang, Ada Panjat Pinang

Bisnis

Pendamping Ekonomi dan Pendamping UPTD PDB di Kota CIlegon Dikawinkan, Bina UMKM hingga Sejahtera

Bisnis

Slag Baja Krakatau Posco Jadi Material Penguat Pondasi Jalan di Papua

Bisnis

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Diuji Cobakan Gratis pada Awal September, Segera Daftar

Bisnis

Sanuji Didatangi PNM, Pelaku UMKM di Kota Cilegon Semakin Gairah

Bisnis

Asal Sudah Vaksin, Pengguna Jasa Kapal ASDP Tidak Diwajibkan Pake Surat Antigen atau PCR

Bisnis

Tajir Melintir! Kekayaan Bersih Elon Musk Dekati Rp4.200 Triliun Kalahkan Kekayaan Mark Zuckerberg