Pengadaan Baju Dewan di Tangerang Nilainya Fantastis. Anggota Banggar Ngaku Tidak Tahu - MEGATRUST

Home / Daerah

Sabtu, 7 Agustus 2021 - 19:02 WIB

Pengadaan Baju Dewan di Tangerang Nilainya Fantastis. Anggota Banggar Ngaku Tidak Tahu

Megatrust.co.id, TANGERANG – Pengadaan baju dewan nilainya Fantastis. Bagaimana tidak, pengadaan Baju dewan sebanyak 50 anggota dewan itu mencapai Rp1.2 miliar. Parahnya, anggota Banggar atau Badan Anggaran DPRD Kota Tangerang ngaku tidak tahu.

Diketahui, dalam pengadaan baju dewan dengan nilainya sebesar Rp675 juta hanya dipergunakan untuk membeli bahan saja. Sementara, untuk ongkos penjahit belum termasuk. Diketahui untuk ongkos penjahit senilai Rp600 ribu. Jadi total yang harus digelontorkan senilai Rp1.2 miliar.

Bahkan, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang Gunawan Dewantoro mengaku tidak banyak memahami soal pengadaan bahan pakaian dinas untuk 50 anggota dewan yang nilainya fantastis mencapai Rp675 juta.

Gunawan yang juga Anggota Badan Anggaran (Banggar) ini juga mengaku kaget setelah mengetahui bahwa anggaran pengadaan baju dewan Kota Tangerang sebesar Rp675 juta itu hanya untuk membeli bahan pakaian, belum termasuk ongkos jahit baju.

Baca Juga :  Usai Diguncang Gempa, Gubernur Banten Tetapkan Kondisi Luar Biasa Darurat Bencana

“Saya juga baru tahu bahwa anggaran Rp675 juta itu tidak termasuk ongkos jahit,” akunya.

Dikatakan dia, meski dirinya sebagai anggota Wakil Ketua Komisi dan merupakan anggota dari Banggar, ia tidak mengetahui secara pasti dan rinci soal pengadaan baju dinas tersebut.

“Walau pun saya Wakil Ketua Komisi dan saya juga ada di Badan Anggaran, saya tidak mengetahui angka-angka yang ada di layanan pengadaan atau yang sudah dianggarkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Binaan di Lapas Cilegon Asah Skill. Kalapas : Agar Mereka Punya Bekal

Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat tersebut juga mengaku tidak mengetahui jenis bahan apa pakaian yang akan dibelikan dengan nilai sebesar itu.

“Kalau kami sih sebagai dewan cuma terima ‘nih dikasih baju 6 setel, 5 setel berupa itemnya macam macam, hanya sebatas itu,” kata dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan hal serupa. Dirinya tidak mengetahui spesifikasi bahan pakaian tersebut. Pasalnya, yang mengetahui itu hanya Sekretariat DPRD dan pihak Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau LPSE.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang Gunawan Dewantoro.

Gatot mengaku, dirinya hanya memilih penjahitnya saja. Diketahui, harga ongkos jahit pakaian anggota parlemen ini mencapai Rp600 juta. Sehingga jika dijumlah, total untuk baju baru anggota DPRD ini mencapai Rp1,2 miliar.

Baca Juga :  Manfaatkan Hari Libur, PMI Kota Tangerang Buka Vaksinasi Booster

“Ketika sudah ada yang menang (lelang), kita enggak tahu dia kasih bahan apa, warna mana yang cocok. Terus kita tunjuk tukang jahit, uang jahitnya juga langsung ditransfer ke tukang jahit bukan ke kita,” kata Gatot

Anggaran untuk pengadaan bahan pakaian ini naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2020, bahan baju dinas untuk anggota dewan dianggarkan Rp312,5 juta. Terkait hal ini, Gatot juga mengaku tidak mengetahuinya.

“Ya makanya saya bilang apa mungkin jumlahnya yang nambah? Makanya silakan cek ke Sekretariat jumlahnya berapa, jenis bahannya apa, spesifikasinya apa, aku enggak ngerti. Mungkin itu berpengaruh ke kenaikan harga,” kata dia. (Cep-Amul/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Lagi, Kota Cilegon Kepilih Jadi Tuan Rumah, Kali ini untuk Perkumpulan Urang Banten

Daerah

Minyak Goreng Murah Masih Menjadi ‘Buronan’ Ibu-Ibu. Baru Nyalain Motor Langsung Ludes

Daerah

Oknum Pegawai Kejari Cilegon yang Membawa Sabu ke Lapas Tidak Jadi Tersangka. Begini Kata Polisi

Daerah

Buruh Banten Ancam Gugat Gubernur Banten ke PTUN Jika Tidak Kabulkan Ini?

Daerah

Korsel di Ruang Terbuka Publik di Kota Cilegon Diduga Bermasalah, Tidak Kantongi Izin dari Dinas Perkim

Daerah

Ribuan Alat Peraga Kampanye di Kota Serang Dicopot Bawaslu dan Satpol PP

Daerah

Roadshow Bus KPK, Pemkot Cilegon Bakal Dihadiri Pelawak Doyok dan Kadir

Daerah

Ratusan Santri dan Warga Banten Lama Mengungsi. Polres Salurkan Bantuan dari Bhayangkari