Industri Menjamur di Cilegon, Lahan Pertanian Menyempit - MEGATRUST

Home / Daerah

Selasa, 7 September 2021 - 17:59 WIB

Industri Menjamur di Cilegon, Lahan Pertanian Menyempit

Foto : Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta memanen jagung ungu di Kelurahan Kotasari, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, Selasa (7/9/2021).  AMUL/MEGATRUST.CO.ID

Foto : Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta memanen jagung ungu di Kelurahan Kotasari, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, Selasa (7/9/2021). AMUL/MEGATRUST.CO.ID

MEGATRUST.CO.ID, CILEGONIndustri menjamur di Kota Cilegon, berakibat pada berkurangnya lahan pertanian. Dari 2.000 hektare lahan pertanian di Cilegon, kini hanya tersisa 1.500 hektare lagi.

Sekertaris Dinas atau Sekdis pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, Damanhuri mengatakan, berkurangnya lahan pertanian di Kota Cilegon akibat kebutuhan untuk industri dan perumahan serta kebutuhan masyarakat Kota Cilegon.

“Luas lahan berkelanjutan itu, yang kemarin itu kurang lebih masih ada sisa sekitar 2.000 Hektare. Kemudian, pada tahun ini sisanya itu tinggal 1.500 Hektare,” kata Damanhuri usai panen perdana jagung ungu di Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Selasa (7/9/2021).

Menurut Damanhuri, berkurangnya lahan pertanian akan berpengaruh terhadap hasil pangan di Kota Cilegon. Hal ini terlihat dari produksi padi. Petani kewalahan dalam memenuhi kebutuhan beras masyarakat Cilegon yang mencapai 50 ton per bulan. Sementara petani di Cilegon, hanya mampu memproduksi 20 ton beras setiap bulannya.

Baca Juga :  Update Data Sementara Pasca Gempa Guncang Banten Berkekuatan Magnitudo 6.6

“Para petani baru mampu menyumbang kebutuhan beras sebanyak 20 persen, dari kebutuhan Kota Cilegon sebanyak 50 Ton setiap bulanya. Sementara sisanya dipenuhi dari kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak, termasuk yang paling tertinggi itu dari Kota Cilegon,” ujar Damanhuri.

Persoalan lain Damanhuri menyampaikan, para petani di Cilegon saat ini masih berkutat pada kebutuhan makanan pokok seperti padi kacang dan melon yang sudah tersebar dibeberapa kecamatan di Kota Cilegon.

Padahal dia menyebut, ada tiga kecamatan di Cilegon yang memiliki potensi hasil pertanian yang cukup besar, yakni Kecamatan Jombang, Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Purwakarta.

“Untuk petani itu, Kecamatan Cibeber, Jombang dan Purwakarta. Potensinya, padi, kacang tanah dan melon,” ucap Damanhuri.

Baca Juga :  Manfaatkan Hari Libur, PMI Kota Tangerang Buka Vaksinasi Booster

Ditempat yang sama, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mengaku tengah menunggu dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten agar dapat membantu ketersedian lahan tani di Kota Cilegon.

Dia menerangkan, produktivitas petani di Cilegon cukup baik, terbukti para petani di Cilegon mampu mengolah lahan yang sempit menjadi lahan pertanian yang menghasilkan hasil tani yang baik.

Tidak hanya menghasilkan makanan pokok, namun mampu menghasilkan tanaman untuk obat herbal. Namun, kendalanya tidak cuma ketersediaan lahan, tapi juga ketersediaan pupuk.

“Memang patut didorong seluruh kegiatan KWT (Kelompok Wanita Tani) di Cilegon, Karena mereka bisa mengelola lahan sempit menjadi lahan pertanian yang produktif. Seperti tanaman obat yang bisa diolah jadi minuman dan obat herbal,” ucap Sanuji.

Maka dari itu, dirinya meminta kepada seluruh pihak agar dapat membantu para petani di Cilegon. Terutama kepada pemerintah Provinsi dan kepada para industri yang ada di Cilegon. Dengan dukungan itu, maka semua pihak dapat bersama-sama menghijaukan Kota industri.

Baca Juga :  Usai Diguncang Gempa, Gubernur Banten Tetapkan Kondisi Luar Biasa Darurat Bencana

“Dinas pertanian Provinsi Banten kita tunggu dukungannya dan industri yang ada di Cilegon juga kita tunggu bantuannya. Sehingga, pertanian di Cilegon akan lebih maju dan petaninya akan sejahtera,” imbuhnya.

Selain kebutuhan lahan tani, lanjut Sanuji, para petani juga harus dibantu bagaimana cara memasarkan hasil pertaniannya tersebut. Maka, para petani di Cilegon dapat lebih sejahtera dan lebih baik dari sisi perekonomiannya.

“Kalau dunia pertanian, kita selalu yang dibutuhkan adalah dunia marketing. Sehingga memasarkannya harus disinergikan. Dibantu juga bibit dan pupuk, serta ilmu bertani di tengah Kota yang menggunakan hidroponik dan Akuaponik dan yang lainnya,” pungkasnya. (Amul/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Gas Pool Vaksinasi, Agen Pelayaran Merak Gelar Vaksinasi

Daerah

Hore! Akhirnya Kelurahan Warnasari Mulai Pembangunan Salira DPWKel, Jajaran Pokmas Diingatkan Ini

Daerah

Ada Keluh Kesah Warga di Pembangunan Pabrik PT Lotte Chemical Indonesia

Daerah Inovasi

Ribuan Pelaku UMKM Sudah Terima Stimulus Pinjaman dari Pemkot Cilegon

Daerah

Pencinta Off-Road Banten dan TNI AL Bagikan Sembako ke Daerah Terpencil

Daerah Inovasi

Petinggi Universitas Terbuka Banten Datangi Wali Kota Cilegon, Ini yang Disampaikan

Daerah

Harga Minyak Goreng Meroket. Ibu-ibu Mengantre di Rumdin Sanuji Pentamarta

Daerah

Hari Pertama Masuk Kerja Wali Kota Cilegon Sidak Di Kantor Pemerintahan, Banyak ASN yang Belum Hadir