Diduga Dihantam Puting Beliung, Dua Nelayan Tanjung Peni Tak Pulang Semalam, Ditemukan Tewas - MEGATRUST

Home / Peristiwa

Rabu, 15 September 2021 - 08:59 WIB

Diduga Dihantam Puting Beliung, Dua Nelayan Tanjung Peni Tak Pulang Semalam, Ditemukan Tewas

FOTO : Petugas gabungan tengah melakukan evakuasi kepada Pria yang diketahui mengambang, di dermaga I Pelabuhan Merak.  Dok Polisi For megatrust.co.id

FOTO : Petugas gabungan tengah melakukan evakuasi kepada Pria yang diketahui mengambang, di dermaga I Pelabuhan Merak. Dok Polisi For megatrust.co.id

Megatrust.co.id, CILEGONDua nelayan yang ditemukan tewas pada Selasa (14/9/2021), diduga dihantam angin puting beliung di tengah laut. Nelayan tidak pulang semalaman saat melaut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun megatrust.co.id, dua nelayan yang diduga dihantam angin puting beliung, itu bernama Hudrani (58) dan Ismat Suhardi (41), dua nelayan Tanjung Peni, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.

Hudrani dan Ismat Suhardi kehilangan nyawa setelah dihantam puting beliung, ketika tengah mencari ikan di sekitar perairan tersebut, Selasa 14 September 2021pukul 02.00 WIB.

Diketahui, Hudrani dan Ismat Suhardi memiliki hubungan keluarga yakni antara paman dan keponakan.

Baca Juga :  Polres Metro Tangerang Tabuh Genderang Perang Kepada Gangster

Kardi, salah satu nelayan Tanjung Peni saat dihubungi mengatakan, adanya badai puting beliung di tengah laut jadi bahan pembicaraan para nelayan.
Menurutnya, awalnya sekitar empat perahu jukung berangkat ke tengah laut pada Senin 13 September 2021 pukul 17.00 WIB.

Setelah mencari cumi untuk umpan memancing, para nelayan kemudian memancing ikan di Perairan Tanjung Gerem, Kota Cilegon.

Namun pada Selasa 14 September 2021 dini hari, cuaca di sekitar Perairan Tanjung Gerem, Kota Cilegon berubah buruk, rombongan nelayan tersebut dihantam badai.

Baca Juga :  Tidak Hanya di Kabupaten Pandeglang, Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 6.7 juga Rusak Sekolah di Lebak

“Saat dini hari, nelayan dihantam badai. Anginnya muter-muter seperti angin puyuh,” kata Kardi.

Saat itu, tiga perahu nelayan kembali ke pangkalan Tanjung Peni, namun sayangnya perahu yang ditumpangi Hudrani dan Ismat Suhardi tidak terlihat kembali.

“Hanya tiga perahu yang kembali. Seharusnya perahu yang ditumpangi Pak Hudrani dan Ismat Suhardi ikut kembali. Kemungkinan sudah kehantam puting beliung itu,” ujarnya.

Pada pagi harinya, Kardi meminta kepada sejumlah nelayan yang berangkat ke laut untuk mencari perahu yang ditumpangi Pak Hudrani dan Ismat Suhardi.
Sayangnya pada siang hari, dirinya mendapat kabar jika Hudrani dan Ismat Suhardi ditemukan mengambang tak bernyawa.

Baca Juga :  Kepala BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gempa Bumi, Usai Banten di Guncang Gempa Magnitudo 6.7

“Siang harinya, dapat info kalau dua orang ini sudah ditemukan mengambang. Kami sangat berduka cita,” tuturnya.

Adanya penemuan dua mayat mengambang di Perairan Tanjung Gerem, Kota Cilegon, dibenarkan oleh Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Gieuseppe Riahard Gultom melalui Kasubdit Patroli Ditpolairuda Polda Banten AKBP Saidin.

Menurut Saidin, dua mayat ini ditemukan awak KMP Marina Nusantara pada pukul 08.25 WIB, temuan ini kemudian dilaporkan ke Ditpolairud Polda Banten.

“KMP Marina Nusantara saat itu sedang anchor. Awak kapalnya menemukan mayat terapung dekat kapal TB (tugboat-red) Tirtayasa V,” ucapnya. (Amul/red)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Penumpang Kapal di Merak Dikabarkan Loncat ke Laut, Begini Kronologinya

Peristiwa

Pabrik di Cilegon Kebakaran, Perusahaan Telat Beri Kabar ke Damkar

Peristiwa

DIHANTAM HUJAN DERAS Atap Pasar Kranggot Cilegon Bocor, Air Masuk ke Lapak Pedagang

Hukrim

Pake Topeng, Aksi Perampokan di Alfamart Cimone Terekam CCTV

Peristiwa

Ngantuk dan Hantam Pantat Tronton, Sopir Tewas di Tempat

Peristiwa

Akibat Cuaca Buruk, Beberapa Dermaga di Pelabuhan Merak Ditutup

Peristiwa

Ormas Kecewa, Pemkab Serang Undur Pembongkaran THM. Ratusan Masa Tutup JLS Kota Cilegon

Hukrim

Belasan Pelaku Curanmor Ditangkap Satreskrim Polres Serang Kerap Beraksi Di Siang Hari