Dindik Kota Cilegon Klaim Ribuan Pelajar Sudah Divaksin, Targetkan Desember Rampung - MEGATRUST

Home / Daerah

Jumat, 17 September 2021 - 09:31 WIB

Dindik Kota Cilegon Klaim Ribuan Pelajar Sudah Divaksin, Targetkan Desember Rampung

Foto : Salah seorang siswa YPKS sedang di suntikan Vaksin di lengan kirinya oleh petugas kesehatan di, lapangan Sport Center KS, Selasa (7/9/2021)  AMUL/MEGATRUST.CO.ID.

Foto : Salah seorang siswa YPKS sedang di suntikan Vaksin di lengan kirinya oleh petugas kesehatan di, lapangan Sport Center KS, Selasa (7/9/2021) AMUL/MEGATRUST.CO.ID.

Megatrust.co.id, CILEGONDinas Pendidikan atau Dindik Kota Cilegon mengklaim, sebanyak 5.327 atau sekitar 37, 8 persen pelajar sudah divaksin, dari total pelajar 14.136. Hal tersebut merupakan data yang dimiliki Dindik Kota Cilegon pada Kamis (16/9/2021).

Dindik Kota Cilegon terus menggenjot upaya vaksinasi untuk para pelajar SMP, sehingga saat ujian semester bisa dilakukan tatap muka.

Tidak hanya itu, Dindik Kota Cilegon juga menargetkan pada Desember mendatang siswa SMP sudah tervaksin secara menyeluruh se-Kota Cilegon.

“Data ini akan terus bergerak karena nanti akan dilaksanakan juga vaksinasi di Kecamatan Ciwandan, Jombang, Cilegon karena targetnya seluruh siswa di vaksinasi semua,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Ismatullah.

Baca Juga :  Ratusan Warga Binaan di Lapas Cilegon Asah Skill. Kalapas : Agar Mereka Punya Bekal

Ismatullah menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk para pelajar di Kota Cilegon selesai Desember 2021 mendatang.

“Kalau vaksinasi dunia itu kan 70 persen dari WHO, kalau untuk sekolah kan 100 persen, butuh waktu kalau bisa sampai Desember itu tuntas,” katanya

“Untuk Oktober harapan saya SMP beres, dan selanjutnya untuk Sekolah Dasar (SD) ada 40 ribu siswa SD yang akan kita ajukan vaksin,” jelas Ismatullah.

Baca Juga :  Usai Diguncang Gempa, Gubernur Banten Tetapkan Kondisi Luar Biasa Darurat Bencana

Sementara terkait kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Dindik Cilegon menerapkan sistem multi entry multi exit, yang artinya jika ada siswa atau guru terkonfirmasi Covid-19 disalah satu sekolah, sekolah tersebut akan ditutup untuk sementara dan kembali dilakukan dengan pembelajaran memakai pola daring.

“Untuk kebijakan sekarang di PPKM darurat dengan pembelajaran tatap muka terbatas ini, kita menerapkan prinsip multi entry multi exit. Jadi kapan siswa itu masuk ke sekolah, tatap muka dengan prokes yang ketat yaitu 50 persen, tapi jika ternyata ada sekolah yang anak atau gurunya yang terkena Covid-19, maka langsung tutup. Jadi pembelajaran ke daring lagi, sekolah itu yang ditutup sementara,” tuturnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Binaan Lapas Klas II Cilegon Dibekali Pelatihan

Setelah menerapkan PTM terbatas, Ismatullah menyatakan bahwa dari hasil evaluasi, sampai saat ini fasilitas sekolah semakin baik dalam hal penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Hasil evaluasi dindik melalui satgas, mengatakan fasilitas sekolah sekarang lebih baik dibanding sebelum pembelajaran tatap muka, sebagai contoh sekarang di sekolah mulai belanja alat ukur thermugan yang lebih akurat, yang langsung keluar hand sanitizer nya, artinya sekolah terus memperbaiki fasilitas yang ada,” tutupnya. (Amul/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Wilayah Provinsi Banten Masuk Zona Rawan Politik Uang, Begini Kata Bawaslu

Daerah

Jalan Arteri Cilegon-Merak Krodit. Warga : ‘Pernah Terjadi Kaya Gini Dulu’

Daerah

MUI Tangerang Ajak Masyarakat Isi Kegiatan Malam Tahun Baru dengan Positif

Daerah

Terima Surat Terbuka PKS, Wali Kota : Bentuk Kontribusi PKS Untuk Kota Tangerang

Daerah

Tanjung Peni Terancam Digusur, Ini Secarik Harapan Para Nelayan kepada Wakil Wali Kota Saat Berkunjung

Daerah

Prakiraan Cuaca Menurut BMKG Selasa 31 Agustus untuk Wilayah Cilegon

Daerah

PMI Kota Tangerang Siapkan SDM Hadapi Bencana, Ini yang Dilakukan

Daerah

Kecamatan Jombang Penyumbang Penderita DBD Terbanyak