Tanggulangi Pencemaran di Laut Banten, Pendekar Siaga di Perairan - MEGATRUST

Home / Daerah

Kamis, 28 Oktober 2021 - 12:01 WIB

Tanggulangi Pencemaran di Laut Banten, Pendekar Siaga di Perairan

FOTO : Sejumlah perwakilan perusahaan di wilayah Puloampel dan Bojonegara meninjau alat untuk penanganan pencemaran minyak di laut, di Polychem LINDO, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang Banten, Kamis (28/10/2021). Amul/megatrust.co.id

FOTO : Sejumlah perwakilan perusahaan di wilayah Puloampel dan Bojonegara meninjau alat untuk penanganan pencemaran minyak di laut, di Polychem LINDO, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang Banten, Kamis (28/10/2021). Amul/megatrust.co.id

Megatrust.co.id, SERANG – Tanggulangi Pencemaran minyak di laut Banten, tim Penanggulangan Pencemaran dengan Sistem Klaster atau yang disebut Pendekar Siaga di perairan.

Tim Pendekar, itu digagas oleh Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Klas I Banten yang anggotanya terdiri dari perwakilan beberapa industri yang ada di wilayah Puloampel dan Bojonegara.

Hal itu, terungkap saat peresmian tim Pendekar yang dibuka oleh Kepala KSOP Banten Barlet Silalahi di pabrik PT Polychem Lindo, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (28/10/2021).

Tim Pendekar ini dianggap penting, pasalnya sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 58 tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di perairan dan Pelabuhan.

Baca Juga :  Puluhan Lansia di Kota Tangerang Disuntik Vaksin Booster. Kadinkes : 'Kita Baru Uji Coba'

Dalam Peraturan Menteri perhubungan tersebut kewajiban dari pelabuhan dalam hal ini TUKS (Terminal untuk Kepentingan Sendiri) dan BUP (Badan Usaha Pelabuhan) harus memenuhi persyaratan Penanggulangan Pencemaran.

“Prosedur Personil, peralatan serta Pelatihannya. Akan tetapi sampai saat ini banyak dari terminal tersebut tidak memenuhinya. Salah satu alasannya adalah investasinya terlalu besar untuk memenuhi peraturan tersebut. Untuk mengantisipasi hal itu maka gagasan klastering adalah sebuah ide yang menarik dan inovatif,” kata Kepala KSOP Klas 1 Banten Barlet Silalahi, ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Puluhan Waralaba di Kota Cilegon Terancam Ditutup. Kenapa Ya?

Dikatakan Barlet, adanya Klaster atau pengelompokan perusahaan dalam sebuah wilayah agar perusahaan dapat bergabung dan saling membantu satu sama lain dalam penanganan pencemaran di perairan.

“Klastering adalah pengelompokan dua atau lebih perusahaan bergabung dalam sebuah wilayah dimana seluruh peralatannya ,personilnya dan SOP-nya serta,” katanya.

“Keuntungan dari sistem klaster nantinya lebih efisien, biaya lebih terjangkau, sumber daya manusianya lebih besar/banyak, koordinasi dan komunikasi lebih baik, dan Quick respon lebih cepat” imbuhnya.

Baca Juga :  Polda Banten Ungkap Hasil Otopsi Korban Ledakan di Pandeglang, Ini Hasilnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang SHSK (Status Hukum dan Sertifikasi Kapal) pada KSOP Klas 1 Banten Prihartanta RPJ mengatakan, tim Pendekar yang dibentuk KSOP yaitu mengelompokkan industri yang bersifat TUKS dan BUP.

“Untuk Klaster yang diresmikan hari ini ada sebanyak 12 perusahaan yang ada di wilayah Puloampel, Bojonegara dan Anyer,” katanya. (Amul/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Besaran Zakat Fitrah 2023 di Kota Cilegon

Daerah

Klub RX-King di Tangerang Rayakan Milad, ‘Jaga Kekompakan dan Solidaritas’

Daerah

Sekda Cilegon Akui Perbaikan JLS Urgen. Akan Digarap Dinas Terkait

Daerah

Kelurahan Kubangsari Buka Suara Terkait Rumah Warga yang Ambruk Tak Dapat Bantuan

Daerah

MTQ ke-XXII Resmi Dibuka, Wali Kota Cilegon Minta Generasi Emas Cilegon Bisa ke Provinsi

Daerah

Erick Thohir Guyur Warga Kota Serang dengan Pinjaman Modal Tanpa Jaminan

Daerah

BMKG Keluarkan Peringatan Waspada Cuaca Esktrem Akhir Januari Sampai 5 Februari di Wilayah Banten

Daerah

Ratusan Gerai Makanan di Cilegon yang Mengolah Bahan Hewani Terancam Ditutup