Waspada! BMKG Beri Peringatan Potensi Bencana Terburuk Natal dan Tahun Baru di Cilegon - MEGATRUST

Home / Nasional

Rabu, 1 Desember 2021 - 17:32 WIB

Waspada! BMKG Beri Peringatan Potensi Bencana Terburuk Natal dan Tahun Baru di Cilegon

FOTO : Ilustrasi tsunami. Pixabay

FOTO : Ilustrasi tsunami. Pixabay

Megatrust.co.id, JAKARTA – Waspada! Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG beri peringatan potensi bencana terburuk saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Cilegon Banten.

Pernyataan peringatan BMKG, itu disampaikan Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati, sejumlah potensi bencana yang  bisa saja terjadi saat momen Nataru. Hal itu mengingat adanya cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.

Ia mengungkapkan, soal potensi bencana terjadi zona yang rawan tsunami yakni di wilayah Selat Sunda tepatnya di daerah Cilegon, Banten.

“Kami berikan informasi zona yang rawan tsunami misalnya di Cilegon Banten itu juga tempat wisata di Selat Sunda dapat berpotensi skenario terburuk mengalami tsunami dengan ketinggian hingga 8 meter,” kata Dwikorita saat dalam rapat bersama Komisi V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga :  Selain PCR, RT-LAMP Resmi Mendapatkan Izin Kemenkes. Alat Deteksi Varian Covid-19 Dari Mana Asalnya?

Kendati begitu, Dwikorita tak menjelaskan lebih detil terkait potensi bencana tersebut. Akan tetapi Dwikorita menjelaskan pontensi bencana di daerah lainnya saat momen Nataru.

Dwikorita kemudian menyampaikan potensi bencana lainnya yakni potensi adanya terjadi badai tropis. BMKG melihat adanya tren pembentukan badai tropis yang semakin meningkat.

“Jadi hampir setiap Minggu dan bahkan saat ini, kemarin baru selesai badai tropis sebelumnya, setelah mengumpulkan laporan ini, muncul lagi badai tropis di sebelah barat Bengkulu yang bergerak menuju ke arah relatif ke arah tenggara dan masih mengantri ada dua calon badai tropis di sebelah Utara Indonesia,” tutur dia

Baca Juga :  Perlu Tahu Nih.!! Ini Keunggulan Metode RT-LAMP Alat Untuk Deteksi Covid-19

Menurutnya, poin diprediksi di bulan Desember, Januari bahkan mungkin sampai Maret itu akan terjadi peningkatan pembentukan badai-badai tropis yang dikhawatirkan juga akan berpengaruh terhadap keselamatan transportasi dan masyarakat terutama pada saat Nataru.

“Nah, ini juga di sebelah barat daya Bengkulu dan pengauhnya adalah gelombang tinggi hujan lebat angin kencang dan pengarh tidak langsung tidak hanya di sekitar Sumatera Selatan atau Bengkulu, tapi sampai Aceh, dan bahkan sampai Sulawesi, Gorontalo Maluku dan Papua. Terutama karena adanya bibit siklon atau bibit badai tropis yang lain,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkot Cilegon Sebut Selama 22 Tahun Tidak ada Penambahan Palang Pintu Kereta Api.

Lebih lanjut, untuk memitigasi terkait hal-hal yang tidak diinginkan selama momen Nataru, Dwikorita menyebut pihaknya telah membentuk brigade La Nina.

“Jadi ada semacam brigade yang kita siapkan dalam kondisi darurat yang tugasnya adalah mulai dari hulu hingga hilir, dari hulu adalah khsusu mendeteksi dini secara mathematics dan dari data data untuk mengerahui tren sinyal sinyal ekstrim beberapa hari sebelumnya,” ungkapnya.

“Dan seterusnya akan ditindaklanjuti di lapangan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait, jadi poin itu yang perlu kami tambahkan, selain posko yang sudah kami siapkan,” sambungnya. (Amul/red)

Share :

Baca Juga

Nasional

Ratusan Personel Gabungan Disiagakan, Jaga Ketat Tamu KTT G20 di Bandara Soetta

Nasional

Video Pamer Uang yang Diduga Dirut Perumda Pasar Niaga, Pengamat Minta Bupati Tangerang Copot Syaefunnur Maszah

Nasional

BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja untuk Anggota Komite, Cek Persyaratan dan Daftarnya Disini

Nasional

Puasa Ramadhan 2023 Dilaksanakan pada Tanggal Berapa? Cek di Sini

Nasional

Tradisi Seba Baduy 2023 Digelar April Ini, Catat Tanggalnya

Nasional

PPKM Diperpanjang Hingga 2 Agustus, Seluruh Sektor Diperbolehkan Buka Dengan Protokol Kesehatan Ketat

Nasional

Sah! Erick Thohir Terpilih Menjadi Ketum PSSI Periode 2023-2027

Nasional

Kaesang Terbang ke Surabaya, Koper Malah Terbawa ke Kualanamu Medan