Ban Belakang Kiri Lepas, Truk Pasir Terguling di Serang. Sopir dan Anaknya Selamat dari Maut - MEGATRUST

Home / Peristiwa

Jumat, 10 Desember 2021 - 11:53 WIB

Ban Belakang Kiri Lepas, Truk Pasir Terguling di Serang. Sopir dan Anaknya Selamat dari Maut

FOTO : Truk pasir terguling di perbatasan desa antara Desa Sukadalem dan Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang-Banten, Jumat, (10/12/2021). Amul/Megatrust.co.id

FOTO : Truk pasir terguling di perbatasan desa antara Desa Sukadalem dan Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang-Banten, Jumat, (10/12/2021). Amul/Megatrust.co.id

Megatrust.co.id, SERANG – Ban belakang kiri lepas, truk pengangkut pasir terguling, di Jalan raya Waringinkurung – Keramatwatu, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, (10/12/2021). Sopir dan anak selamat dari maut.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 09.45 WIB, saat kendaraan truk pengangkut pasir dengan nomor polisi B 9269 VOQ melaju dari arah Waringinkurung menuju Kramatwatu.

Muatan yang berat dan jalan yang menurun rupanya ban belakang sebelah kiri tidak menahan beban kendaraan dan muatan, Sehingga, ban patah dan lepas menggelinding ke sawah.

Pantauan Megatrust.co.id di lokasi, truk pengangkut pasir itu melaju tidak terlalu kencang, akan tetapi muatan yang berat membuat ban belakang sebelah kiri terlepas dan terguling.

Baca Juga :  Polda Banten Ungkap Hasil Otopsi Korban Ledakan di Pandeglang, Ini Hasilnya.

Saat terguling, tepat di depan kios Service TV dan terdapat satu unit kendaraan roda dua tertimpah tumpahan pasir yang diangkut truk. Sopir dan anaknya berhasil selamat, dan tidak mengalami luka.

Saat peristiwa itu terjadi, anak si sopir sempat terpental dari kabin sopir ke luar berbarengan dengan truk terguling. Sopir dan anaknya yang berusia kurang lebih 5 tahun, itu berhasil selamat dari maut.

Baca Juga :  Ledakan di Dalam Rumah di Pandeglang, Terdengar Sampai Jarak 10 KM

Zen sopir truk pengangkut pasir menceritakan, sebelum berangkat dirinya mengecek terlebih dahulu kondisi kendaraan dan kondisinya baik-baik saja.

“Saya cek dulu sebelum berangkat,” katanya.

Dikatakan dia, dirinya mengendarai kendaraan tidak kencang karena tahu bahwa jalan tersebut ramai, ditambah dengan jalan yang menurun.

“Paling kecepatan 30 sampai 35 KM per jam, tidak kencang, karena turun,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Jenis Bahan yang Meledak di Dalam Rumah Warga di Pandeglang. Polisi Pastikan Bukan Bom Teroris

Zen mengira dentuman keras yang berasal dari belakang sebelah kiri mobil yang dikendarainya itu merupakan pecah ban. Namun setelah menyadari ternyata roda belakang lepas, sehingga mobil tidak terkendali dan akhirnya terguling.

“Dikira saya ban pecah karena keras banget suaranya, ternyata lepas dan saya tidak bisa mengendalikan mobil,” pungkasnya. (Amul/red)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Kota Serang Dikepung Banjir, Ini Sejumlah Titik Banjir

Peristiwa

Didemo Pemuda Pasauran, Manajemen PT KTI Ngomong Begini

Peristiwa

Dihantam Cuaca Ekstrim, Pelabuhan Merak Ditutup Sementara

Peristiwa

Gelombang Tinggi, Pelabuhan Merak Sempat Macet Selama 4 Jam Lebih, Ditlantas Polda Banten Pastikan Sudah Terurai

Hukrim

Meski Jaksa, Tak Ada Perlakuan Khusus Buat Pinangki saat Berada di Lapas

Hukrim

Negara Rugi Rp1,1 Miliar di Tiap Harinya, Polda Banten Ringkus 8 Orang Pengoplos Gas Melon Subsidi

Peristiwa

Pabrik Kimia di Kota Cilegon Mengeluarkan Suara Ledakan, Diduga Material Beterbangan

Hukrim

Warga Kabupaten Kutai Timur, Ditemukan Tewas Dalam Bus di Merak. Begini Kronologisnya