Dua Presiden Buruh Indonesia Turun Gunung, Jemput Buruh yang Ditahan Polda Banten - MEGATRUST

Home / Nasional / Peristiwa

Rabu, 29 Desember 2021 - 07:02 WIB

Dua Presiden Buruh Indonesia Turun Gunung, Jemput Buruh yang Ditahan Polda Banten

FOTO : Presiden KSPSI Andi Gani dan Presiden KSPI Said Iqbal berada di Polda Banten menjemput buruh yang di tahan pada beberapa waktu lalu. Amul/Megatrust.co.id

FOTO : Presiden KSPSI Andi Gani dan Presiden KSPI Said Iqbal berada di Polda Banten menjemput buruh yang di tahan pada beberapa waktu lalu. Amul/Megatrust.co.id

Megatrust.co.id, SERANG – Dua Presiden buruh Indonesia akhirnya turun gunung, menjemput langsung buruh yang ditetapkan tersangka dan di tahan di Polda Banten, pada Selasa (28/12/2021) kemarin.

Kedua Presiden yang turun gunung itu yakni, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau KSPSI Andi Gani dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI Said Iqbal.

Keduanya itu tidak segan menginjakan kaki ke tanah jawara untuk menjemput buruh yang ditahan karena memperjuangkan aspirasi buruh untuk kenaikan UMK tahun 2022.

“Kami dua presiden buruh menjemput dua kawan kami, sebagai bentuk perhatian dan solidaritas kami atas perjuangan yg mereka lakukan,” kata Andi Gani Presiden KSPSI di Mapolda Banten.

Menurutnya, polisi dalam melakukan pengamanan aksi sudah sesuai dengan SOP yang berlaku, dan tidak terjadi penerobosan terhadap brikade polisi yang berjaga.

“Polda Banten sudah melakukan protap kepolisian dengan sangat benar, tidak ada penerobosan barikade kepolisian pada saat itu. Jadi Polda Banten sudah melaksanakan SOP dan tidak ada benturan antara buruh dgn kepolisian,” ujarnya.

“Masa yg masuk ke ruangan Pak Gubernur itu adalah masa yang mau beraudiensi, dan tidak ada ruangan yg represntatif saat itu, dan akhrinya terjadi spontanitas paksa,” tambahnya.

Baca Juga :  Polres Metro Tangerang Tabuh Genderang Perang Kepada Gangster

Ia menilai, aksi buruh yang menduduki kursi Gubernur dan menjarah makanan di dalamnya merupakan bentuk tindakan yang salah.

“Sebagai serikat buruh nasional kami mengakui tindaka menduduki kursi Gubernur dan mengambil makanan itu salah, tetapi ada dasar dari itu, mereka tidak ditemui pejabat di Banten, itu yang terjadi, tidak ada rencana, tidak ada perintah dari organisasi untuk melakukan itu,” katanya.

“Kami mengedepankan aksi damai tanpa kekerasan. Kami berharap dikasus ini bisa mengambil langkah restorative justice, yang di gaungkan oleh Kapolri dan ada ruang untuk itu,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada Gubernur Banten untuk dapat mencabut laporan yang di layangkan kepada sebanyak 6 buruh yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami meminta kebesaran hati pak Wahidin Halim, sebagai bapak, ini anak-anak nya semua, agar segera mencabut laporannya,” katanya.

BURUH YANG DI TAHAN DI TANGGUHKAN

Ia menambahkan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada Polda Banten yang telah memberikan penangguhan penahanan dua orang tersangka buruh tersebut.

Baca Juga :  Tidak Hanya di Kabupaten Pandeglang, Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 6.7 juga Rusak Sekolah di Lebak

“Terima kasih kepada Polda Banten yg sudah menangguhkan penahanan anggota kami pada hari ini, karena bagaimanapun mereka tukang punggung keluarganya, mereka sangat ditunggu dirumahnya dan mereka tidak ada niat melakukan kejahatan sama sekali. Kami menjaminkan diri kami sebagai pemimpin, agar ditangguhkan penahanannya,” pungkasnya.

FOTO : Dua buruh yang ditahan di Mapolda akhirnya bebas dan bisa ditangguhkan oleh dua Presiden Buruh Indonesia.

Salah seorang buruh yang di tahan bernama Muhammad Hamir Al Faqih mengaku bersyukur dan lega karena telah bebas dari penahanan.

“Alhamdulillah rasanya lega. Dan terima kasih ke presiden KSPI, dan KSPSI, juga Kapolda Banten,” ujarnya.

Sementara seorang buruh lagi bernama Omsar Simbolon mengaku, dirinya meminta pertolongan terhadap Presiden buruh karena menjadi tulang punggung keluarga.

Tidak hanya itu, dirinya juga memiliki anak kecil kembar yang baru lahir, sehingga harus bisa menafkahi keluarga istri dan anak-anaknya.

“Saya minta pertolongan karena saya punya anak kecil, bayi kembar dua, lahir pada dua bulan lalu, itu yg mungkin bisa saya sampaikan saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, jika Gubernur Banten Wahidin Halim tidak ingin mencabut laporannya, pihaknya tentu akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Gempa dengan Kekuatan Magnitudo 6,7 Guncang Banten, Karyawan Pabrik di Cilegon Berhamburan

“Tentu kita akan ikuti prosedur hukumnya, sebagai warga yang taat, kelompok serikat buruh dan aliansi serikat pekerja yang lain, kita akan tempuh proses hukumnya, tentu lebih mengedepankan cara yang humanis,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, dalam hal ini polisi sudah bekerja dengan baik dan sesuai dengan SOP yang berlaku, pihaknya juga kembali meminta kepada Gubernur Banten untuk dapat menyudahi konflik daerah ini.

“Saya menegaskan Polda Banten sudah bekerja secara profesional dan humanis. Kami mohon dengan segera Gubernur Banten menyudahi konflik antara pemangku kepentingan,”

“Dalam hal ini Gubernur sebagai penguasa daerah dengan rakyatnya, yakni kaum buruh pekerja. Jika tidak dihentikan, eskalasi gerakan akan menguat, akan kemana-mana, meluas, yang dirugikan kan rakyat Banten juga, terutama pemerintahan Banten, polisi hanya menjalankan prosedurnya,” tambah dia.

“Saya kebetulan ILO government body, pengurus pusat dari badan PBB yg berkantor di jeneva. Langkah Gubernur melaporkan buruh dalam aksi buruh itu akan melanggar konvensi, akan merugikan Indonesia. Lebih baik tidak merugikan meluas ke dunia Internasional dan merugikan Indonesia,” sambung dia. (Amul/red)

Share :

Baca Juga

Nasional

Waspada Heatstroke Saat Cuaca Panas, Ini Awal Gejala dan Cara Mengatasinya

Nasional

Menteri Pertanian Turun Gunung Pantau Lalu Lintas Hewan di Cilegon. Masyarakat Jangan Panik

Pemerintahan

Ribuan Miras Dimusnahkan, Wali Kota Cilegon Minta Satpol PP Tegas Tegakkan Perda

Peristiwa

Puluhan Sopir Bus di Terminal Seruni Cilegon Dites Urine, Satu Terindikasi Positif Obat

Nasional

Diduga Sakit, Dua Jemaah Haji Asal Kota Cilegon Banten Dikabarkan Wafat di Mekkah

Hukrim

Soal Kasus Oknum Polisi Selingkuh dengan Oknum Istri Polisi di Polres Cilegon, Kapolres : Saya Tidak Pandang Bulu

Nasional

Ada 40 Ribu Jemaah Haji Lansia Indonesia Akan Tunaikan Ibadah Haji Tahun 2024

Nasional

Daftar Calon Ketum PSSI hingga Komite Eksekutif Sudah Ditetapkan. Berikut Nama-Namanya