Dugaan Jaksa Nakal Dalam Kasus BJB, Kejati Banten: Sedang Diproses - MEGATRUST

Home / Daerah

Jumat, 31 Desember 2021 - 23:26 WIB

Dugaan Jaksa Nakal Dalam Kasus BJB, Kejati Banten: Sedang Diproses

Kejati Banten Reda Mantovani di dampingi tim dari Kejati Banten melakukan ekspose akhir tahun, Jumat (31/12/2021). Dok Kejati Banten for Megatrust.co.id

Kejati Banten Reda Mantovani di dampingi tim dari Kejati Banten melakukan ekspose akhir tahun, Jumat (31/12/2021). Dok Kejati Banten for Megatrust.co.id

Megatrust.co.id, SERANG, – Kejaksaan Tinggi Banten menerima beberapa laporan mengenai praktik jaksa nakal di lingkungan Kejati Banten. Diakui Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Reda Manthovani bahwa pihaknya melalui Asisten Pengawasan Lanna Hany Wanike Pasaribu menerima 9 laporan pengawasan internal terkait dugaan praktik jaksa nakal.

Kendati demikian dari beberapa laporan yang masuk tidak semua memiliki bukti dukung yang kuat untuk menindak praktik jaksa nakal di lingkungan Kejaksaan Tinggi Banten.

“Tidak semua laporan pengaduan diselesaikan sebagai inspeksi kasus. Ada banyak laporan tidak diikuti bukti dukung atau tidak ada nama identitas pelapor,” kata Kajati Banten Reda Manthovani didampingi Asisten Pengawasan Lanna Hany Wanike Pasaribu di kantor Kejaksaan Tinggi Banten, Kamis (30/12/2021).

Dalam ekspose akhir tahun capaian Kejati Banten itu pula, Pengawasan Lanna Hany Wanike Pasaribu mengaku menerjunkan tim untuk menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut.

Baca Juga :  Manfaatkan Hari Libur, PMI Kota Tangerang Buka Vaksinasi Booster

“Kami juga survei ke kantor X, baik nama pengacara maupun kantornya sendiri tidak ada. Laporan semacam itu banyak masuk ke kami,” kata dia.

Dari laporan yang masuk ke Pengawasan Kejati Banten, diakui Lana hanya 3 yang dapat ditindaklanjuti sebagai inseksi kasus.

“Tiga kasus itu melibatkan jaksa yang sudah tidak bertugas di Kejati Banten, bukan lagi menjadi bagian keluarga Kejati Banten,” katanya.

Baca Juga :  Tawuran Pelajar di Kota Serang Sebabkan Nyawa Melayang di Jalan

Ditambahkan Kajati Banten Reda Manthovani pihaknya sangat terbuka dengan laporan masyarakat terkait praktik jaksa nakal. Ia mengaku tidak segan-segan untuk menindaklanjutinya.

“Tentu ada tahapan-tahapan, pertama-tama kita klarfikasi pelapor, terlapor dan saksi. Supaya tidak menimbulkan kegaduhan kita geser dulu, kita copot dulu dari jabatan setelah itu pemeriksaan (etik),” ujar Reda.

Pencopotan dari jabatan bagi jaksa nakal, menurut Reda merupakan bagian dari hukuman bagi oknum jaksa. Mengenai informasi yang beredar terkait fakta persidangan kasus kredit fiktif bjb, dalam pledoi salah satu terdakwa menyebut adanya praktik jaksa nakal, Kajati mengaku telah menjalankan pengawasan internal.

Baca Juga :  Manfaatkan Hari Libur, PMI Kota Tangerang Buka Vaksinasi Booster

Peristiwa tersebut pun terjadi pada 2020 saat proses penyelidikan kasus kredit fiktif pada BJB Cabang Tangerang.

Kendati demikian Kejati Banten tetap melakukan pemeriksaan untuk mengkonfirmasi kebenaran hal tersebut. Hingga saat ini proses sedang berjalan.

“Kami klarifikasi, yang bersangkutan sudah lama tidak bertugas di sini,” katanya. (Amul/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Sumringah, Puluhan Pemilik UMKM di Kota Cilegon Terima Sertifikat Halal Gratis

Daerah

Jadi Temuan BPK, Pembangunan Gedung Setda Cilegon Rugikan Negara Setengah Miliar

Daerah

Korban Banjir Kota Serang, Tiga Orang Ditemukan Tewas

Daerah

Wacana KUA Jadi Tempat Nikah Semua Agama, Ini Tanggapan Kemenag Cilegon

Daerah

Jelang Idul Adha, Balai Karantina Pertanian Cilegon Siapkan Strategi Cegah PMK di Perlintasan Jawa-Sumatera

Daerah

Pemkot Cilegon Berikan Kadedeuh Kepada ASN yang Berangkat Haji

Daerah

Usai Diguncang Gempa, Gubernur Banten Tetapkan Kondisi Luar Biasa Darurat Bencana

Daerah

Rekayasa Jalur Daan Mogot di Tunda Faktor Keselamatan Jadi Prioritas