Tak Ingin Laka Maut Terulang, Polisi Razia Pemotor Yang Masuk Flyover Pesing - MEGATRUST

Home / Nasional

Kamis, 13 Januari 2022 - 12:41 WIB

Tak Ingin Laka Maut Terulang, Polisi Razia Pemotor Yang Masuk Flyover Pesing

Polisi sedang menilang pengendara motor yang melintas di jalan flyover pesing Jakarta Barat.

Polisi sedang menilang pengendara motor yang melintas di jalan flyover pesing Jakarta Barat.

Megatrust.co.id, JAKARTA, – Tak ingin kecelakaan maut terulang, polisi memutuskan untuk melakukan razia pemotor yang melintas di Flyover Pesing, di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Razia dilakukan oleh polisi karena berkaca dari kecelakaan maut. Petugas kepolisian pun langsung menggelar razia dan melarang pemotor melintas di flyover Pesing.

Bagi pengendara motor yang masih nekat melintasi jalur tersebut langsung ditilang pihak kepolisian.

Kasat Lantas Jakarta Barat I Kompol Wayan menyebut mulai hari Senin pihaknya akan menilang pengendara motor yang nekat melintas di flyover Pesing.

Baca Juga :  Perlu Tahu Nih.!! Ini Keunggulan Metode RT-LAMP Alat Untuk Deteksi Covid-19

“Rencana kita jaga jam-jam berangkat kerja saja,” ujar Wayan, Minggu.

Wayan menjelaskan alasan di balik penjagaan petugas hanya dilakukan pada jam tertentu.

Hal itu dilakukan lantaran di lokasi tersebut sudah terpasang dengan jelas rambu lalu lintas larangan melintas kendaraan roda dua.

“Sudah sering dilaksanakan operasi, tapi setiap enggak ada petugas, ya masuk lagi,” ungkap Wayan.

Baca Juga :  Selain PCR, RT-LAMP Resmi Mendapatkan Izin Kemenkes. Alat Deteksi Varian Covid-19 Dari Mana Asalnya?

Nantinya, selain penjagaan di jam tersebut, polisi akan melakukan tilang di tempat bagi pengendara roda dua yang masih nekat melintas di flyover Pesing.

Setidaknya lebih dari 10 petugas kepolisian diterjunkan untuk melakukan penjagaan langsung lokasi tersebut.

“Kita harapkan kesadaran pengguna jalan untuk selalu tertib aturan baik ada petugas maupun tidak ada petugas,” kata Wayan.

Aturan Seperti diketahui, pemotor yang nekat melewati JLNT dapat dikenakan sanksi.

Baca Juga :  Perlu Tahu Nih.!! Ini Keunggulan Metode RT-LAMP Alat Untuk Deteksi Covid-19

Aturan tersebut tertulis dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Tepatnya Pasal 287 ayat 1 dan 2, di mana setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah yang diisyaratkan dengan rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas dapat dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000. (Cep/Amul/red)

Share :

Baca Juga

Nasional

Diduga Sakit, Dua Jemaah Haji Asal Kota Cilegon Banten Dikabarkan Wafat di Mekkah

Nasional

Facebook, Instagram dan WhatsApp, Tidak Jadi di Blokir Kekominfo

Nasional

Harga Meroket, Pemerintah Berjanji Salurkan BLT Minyak Goreng pada April. Siapa Saya yang Dapat?

Nasional

Gadis Cantik Asal Tangerang Ini Alami Hal Aneh Akibat Disantet dan Dipelet Mantan Pacar

Nasional

Sinar Mas Land Gandeng Google dan Sederet Perusahaan Teknologi di Ajang Digital Hub Goes to Campus

Nasional

Ikut Serta Dalam Gelaran HPN, Diskominfo Cilegon Kunjungi Diskominfo Dibawah Naungan Mantu Jokowi, Ini Hasilnya

Nasional

Siapkan Diri, Rekrutmen Bersama BUMN Kembali Dibuka 5 Mei 2023

Nasional

JELANG NATARU, Pengguna Transportasi Udara Diprediksi Mengalami Peningkatan Drastis