Puun Baduy Akan 'Ngamuk', Jika Orang Luar Temui Dirinya Hanya untuk Ini - MEGATRUST

Home / Nasional

Rabu, 6 Juli 2022 - 09:55 WIB

Puun Baduy Akan ‘Ngamuk’, Jika Orang Luar Temui Dirinya Hanya untuk Ini

Salah satu tokoh masyarakat baduy luar olot syarif. tangkapan layar dari YouTube Ayi Astaman.

Salah satu tokoh masyarakat baduy luar olot syarif. tangkapan layar dari YouTube Ayi Astaman.

MEGATRUST.CO.ID, – Tetua warga Baduy dalam dan Baduy luar adalah Puun. Diketahui, Puun akan ‘ngamuk’ ketika yang mengunjunginya itu hanya untuk main-main atau sebatas kenal dan tidak memiliki kepentingan.

Dilansir Megatrust.co.id, dari kanal YouTube Ayi Astaman, yang berdialog langsung dengan tokoh Baduy luar bernama Olot Syarif, bahwa puun akan marah ketika didatangi orang yang tidak memiliki kepentingan atau hanya main-main dan sebatal kenal.

Olot Syarif menjelaskan, puun merupakan tetua di suku baduy. Ia (Puun) orang yang sangat dihormati di suku baduy. Untuk bertemu dengan puun tidak sembarangan, melainkan harus memiliki keperluan.

Baca Juga: Syarat dan Cara Pernikahan Baduy Luar dan Dalam

“Lamun orang luar temenang lamun jeng ulin-ulin (Kalau orang luar dari baduy itu tidak boleh main-main), itu menurut peraturan orang Kanekes. Kecuali aya keperluan atau kebutuhan kalau hanya untuk kenal, dan main-main itu nanti biasanya di marahin,” kata Olot Syarif saat bersantai diwawancai Ayi Astaman.

Ia menjelaskan, ketika warga dari luar baduy berniat main-main dan hanya sebatas ngobrol dengan Puun, itu paling ditemui oleh orang tua disana namun bukan Puun melainkan Jaro (Kepala Desa) atau warga lainnya.

“Paling anu manggihan kolot anu lain, jaro lamun te nu lain, moal kapanggih jeng puun mah. (Paling juga ketemu dengan orang tua lainnya seperti Jaro, dan warga lainnya, tidak bertemu dengan puun. Kalau puun pasti tidak akan ketemu). Eta aturana sarua bae jeng anu di Cikeusik jeng Satawarna, (Itu sama saja peraturannya dengan Cikeusik dan Satawarna juga),” tuturnya.

Baca Juga: Mengenal Pernikahan Suku Baduy

Tentunya, olot Syarif menambahkan, masyarakat baduy luar dan baduy dalam ketika ingin bertemu dengan puun, itu sudah bisa dipastikan bertemu dengan puun.

“Lamun kami mah bisa, (kalau kita bisa) terus kalau ada keperluan itu pasti ketemu dengan puun. Jadi kalau ada perlu dan lari ke girang pasti ketemu kolot (Jadi kalau ada perlu lari ke dalam, pasti ketemu puun),” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, meski begitu, warga baduy luar dan warga baduy dalam wajibnya itu mengunjungi puun setahun sebanyak 9 kali. Karena menurutnya, sebagai bentuk menerima wejangan dari puun untuk melangsungkan kehidupan.

“Lamun kami mah diwajibkeun ketemu jeng puun satahun 9 kali. (diwajibkan ketemu dengan puun setiap tahun itu sebanyak 9 kali, itu sudah pasti ketemu dengan puun),” ujarnya. (Amul/Red)

Share :

Baca Juga

Nasional

Catat Nih! Jadwal Keberangkatan Kapal di Dermaga Eksekutif Merak Sabtu 15 Oktober

Nasional

BPTD Pastikan Erupsi Gunung Anak Krakatau Tidak Berdampak Terhadap Penyeberangan di Merak

Nasional

Mulai 16 Juli Jamaah Haji Asal Banten Pulang, Berikut Jadwal Lengkapnya

Nasional

Info Loker Cilegon, PT Lotte Chemical Titan Nusantara Buka Lowongan Kerja, Cek Syarat dan Daftarnya

Nasional

Menkes Didatangkan Obat Fomepizole dari Luar Negeri untuk Gagal Ginjal Akut. Ini Penjelasan, dan Cara Kerjanya

Nasional

Pelajar SMAN 2 Palangka Raya Temukan Formula Pembasmi Tawon Berbahan Alami

Nasional

Bolehkah Gadis Baduy Nikah dengan Pemuda Luar. Simak Penjelasannya

Nasional

Catat Baik-baik Jadwal Cuti Bersama Bulan Mei sampai Desember 2023