26.3 C
Cilegon
Rabu, November 30, 2022
spot_img

Kenapa Jasad Tetap Utuh dan Wangi di Dalam Kubur, Ternyata Ini Sebabnya.

MEGATRUST.CO.ID, – Meninggal dunia dengan predikat Husnul Khotimah adalah impian bagi setiap umat muslim di seluruh dunia. Berbagai amalan dan melaksanakan perintah Allah menjadi kunci utama untuk meraih Husnul Khotimah dan kelak mendapatkan pertolongan dari Allah.

Banyak sekali kisah-kisah orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan mengamalkan ibadah dengan istiqomah, kemudian jasadnya ditemukan masih utuh dan wangi dengan kain kafan yang masih bersih.

Baca Juga: Tips Menghilangkan Jerawat Bandel dan Wajah Glowing Ala dr Zaidul Akbar

Dilansir dari akun YouTube Sehat Sunnah, Ustad dr. Zaidul Akbar menerangkan, amalan yang bisa dilakukan agar jasad tetap utuh dan tidak dimakan oleh bakteri dalam tanah.

Ustad Zaidul Akbar menerangkan, ketika jasad kita masih utuh, niscaya di perjalanan menuju akhirat nanti juga akan sangat mulus.

“Maukah Anda, jasad kita ini tidak dimakan oleh bakteri? Jadi waktu dikubur stabil aja gitu. Tidak hancur dengan pembusukan dan segala macam,” kata dr. Zaidul Akbar, dikutip Megatrust.co.id pada Senin, 19 September 2022.

“Karena kalau dia stabil di kubur, Inshaallah perjalanan selanjutnya (di akhirat) akan aman,” lanjutnya.

Baca Juga: Jangan Tahan Emosi, Bisa-Bisa Mata jadi Katarak. Begini Penjelasannya.

Ia juga menerangkan, normalnya manusia ketika dikuburkan akan dihancurkan jasadnya oleh Allah SWT, dan tersisa hanya tulang ekor.

“Secara normal kita kan mati dan jasad kita ini semua yang ada ini akan dimusnahkan oleh Allah, disisakan satu bagian saja yaitu tulang ekor,” ungkapnya.

Bagaimana cara agar jasad kita terhindar dari pembusukan di dalam kubur? Menurut dr. Zaidul Akbar, ada dua cara agar tubuh kita senantiasa terjaga dan utuh hingga kembali dibangkitkan pada hari kiamat.

Baca Juga: Hati-hati! Makanan Ini Dapat Menyebabkan Imunitas Menurun

Cara yang pertama yaitu menjadi seorang syuhada atau syahid atau meninggal di jalan Allah SWT. Kedua meninggal dengan menjadi penghafal Al-Qur’an.

“Bagaimana caranya? Pilihannya dua. Kalau enggak mati sebagai syuhada atau syahid, matinya sebagai penghafal Al-Qur’an,” jelas dr. Zaidul Akbar.

Lebih lanjut, dr. Zaidul Akbar juga menceritakan tentang seorang temannya yang melakukan penelitian terkait kehidupan di akhirat nanti. Tesis tersebut berjudul ‘Kenapa Manusia di Surga Tidak Mati-mati?”.

Kematian, sebut ustad dr Zaidul Akbar, hanya terjadi satu kali pada setiap makhluk-Nya, dan dibangkitkan kembali pada hari kiamat.

Baca Juga: Cara Memakan Kurma Agar Tubuh Tetap Sehat, Meski Kandungan Gula Tinggi

Semua itu menurut ustad dr. Zaidul Akbar, karena Allah SWT tidak mengizinkan sebuah kematian menjadikan akhir hayat setiap manusia.

“Karena kematian, Allah (hilangkan) di sana. Allah tidak izinkan kematian itu untuk menghabisi atau menjadi akhir kehidupan manusia,” pungkas dr. Zaidul Akbar. (Nad/Amul)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

147,332FansSuka
456,433PengikutMengikuti
14,132PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: