26.3 C
Cilegon
Rabu, November 30, 2022
spot_img

Rebo Wekasan, Ini Penjelasan dan Asal-Usulnya Menurut Buya Yahya

MEGATRUST.CO.ID, – Rabu Wakasan merupakan hari atau pekan terkahir di bulan Safar. Tentu banyak orang yang bertanya kenapa dinamakan Rabu Wakasan.

Informasi yang dihimpun Megatrust.co.id, konon Rabu Wakasan atau hari Rabu pada bulan Safar, itu banyak digunakan penyakit atau musibah atau yang akrab kenal umat muslim dengan bala.

Namun, tentu para ulama saat ini bisa menjelaskan tentang asal-usul Rabu Wakasan kenapa bisa terjadi. Menurut ulama Buya Yahya, yang dilihat Megatrust.co.id, pada Rabu 21 September 2022, di kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Baca Juga: Amalan Rebo Wekasan agar Terhindar dari Bala

Buya Yahya menjelaskan, asal usul Rebo Wekasan itu bermula saat ada orang yang sholih mendapatkan kabar atau berita bahwasanya pada hari itu akan turun penyakit.

“Maka mintalah perlindungan dari Allah untuk bisa dilindungi dari penyakit,” kata dia.

Salah satu bentuk meminta perlindungan itu adalah seperti melakukan sholat hajat atau bentuk ibadah lainnya.

Kata dia, sholat hajat itu salah satunya adalah untuk menolak bala’ atau bencana. Buya menegaskan sebenarnya tidak ada istilah Rabu Wekasan dari Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Jaga Hewan Peliharaan, Jangan Sampai Melukai Orang Lain. Bisa Dibui

Hanya saja, menurut dia, jika sudah ulama yang menceritakan, selama tidak bertentangan dengan ajaran Nabi, maka tidak bisa disebut sebagai bid’ah.

“Mungkin orang alim itu adalah orang yang sholih mendapatkan ilham bahwa di hari itu ada yang sesuatu yang tidak baik,” tutur dia.

Mereka yang diperintah pun melakukan kebaikan, bukan sesuatu yang haram atau kejelekan.

Ilham yang didapatkan oleh orang alim itu tidak bertentangan dengan aturan Allah, seperti Ibadah yang dilakukan seperti bersedekah.

Baca Juga: Jelang Pertandingan FIFA Matchday, DPR RI Setujui Pemain Naturalisasi. Siapa Dia?

“Ilham seorang sholih bukan hujjah, kalau tidak bertentangan dengan syariat boleh dilakukan,” tambah dia.

Selain itu, kata dia, bagi mereka yang tidak setuju dengan Rebo Wekasan, bukan berarti untuk dimusuhi dan dicaci, karena tidak wajib dipercaya. (Nad/Amul)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

147,332FansSuka
456,433PengikutMengikuti
14,132PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: