25.8 C
Cilegon
Kamis, Februari 2, 2023
spot_img

Kasus DBD Tahun 2022 di Cilegon Meningkat Dibanding 2021, Dinkes Imbau Kesadaran dan Terapkan PSN

Megatrust.co.id, CILEGON, – Dinas Kesehatan Kota Cilegon mencatat kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kota Cilegon tahun 2022 mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun 2021.

Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon Febrinaldo mengataka, kasus DBD di Kota Cilegon mengalami kenaikan 250 persen.

“Kasus DBD sepanjang tahun 2022 sebanyak 574 orang dan yang meninggal 5 orang. Sedangkan, kasus DBD sepanjang tahun 2021 hanya 192 orang dan yang meninggal 4 orang,” kata Febri. Rabu, 18 Januari 2023.

Febri merinci, total kasus DBD tahun 2022 paling banyak terjadi di Kecamatan Cibeber dengan total 89 orang dan meninggal 1 orang, disusul Kecamatan Jombang 81 orang, Kecamatan Cilegon 77 orang, Kecamatan Pulomerak 63 orang dan meninggal 3 orang.

Kemudian, Kecamatan Grogol 60 orang, Kecamatan Purwakarta 60 orang, Citangkil II 52 orang dan meninggal 1 orang. Lalu, Citangkil 1 ada 46 orang dan Kecamatan Ciwandan 46 orang.

Sedangkan, total kasus DBD tahun 2021 paling banyak terjadi di Kecamatan Jombang ada 38 orang dan meninggal 1 orang, disusul Kecamatan Purwakarta 37 orang dan meninggal 1 orang, lalu, Kecamatan Cilegon 31 orang, Kecamatan Grogol 19 orang, Kecamatan Cibeber 19 orang.

Kecamatan Pulomerak ada 18 orang dan meninggal 1 orang, Citangkil 1 ada 11 orang dan meninggal 1 orang, Kecamatan Ciwandan 11 orang, dan terakhir Citangkil II ada 8 orang.

Menurut Febri, peningkatan kasus DBD di Kota Cilegon yang signifikan itu dinilai wajar lantaran pada tahun 2021 itu masa Covid-19.

“Covid-19 kan menonjol di tahun 2021 sedangkan Covid-19 di tahun 2022 sudah mulai reda jadi wajar ada peningkatan,” ujarnya.

Untuk menekan kasus DBD, pihaknya mengimbau kepada masyarakat melalui Puskesmas, Kecamatan, dan Kelurahan untuk terus melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN di lingkungan masing-masing.

“Kesadaran masyarakat sangat penting untuk pemberantasan sarang nyamuk, kalau ada air tergenang atau di kaleng segera dibuang, bak mandi segera dikuras agar tidak terjadinya jentik-jentik nyamuk,” tuturnya.

Selain PSN, Febri juga meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran karena perlu diketahui perjalanan dari larva menjadi nyamuk membutuhkan waktu selama 14 hari.

“Masyarakat jangan beranggapan fogging itu solusi terbaik, karena fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, lebih bagusnya kesadaran PSN yang dibutuhkan,” pungkasnya. (Nad/Amul)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

147,332FansSuka
456,433PengikutMengikuti
14,132PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement ads-

Latest Articles

- Advertisement ads-
%d blogger menyukai ini: