26.8 C
Cilegon
Kamis, Februari 2, 2023
spot_img

Berikut Kecaman Berbagai Negara Terkait Pembakaran Al-Quran di Swedia, Arab Saudi Hingga Jerman

MEGATRUST.CO.ID, – Aksi pembakaran Al-Quran yang dilakukan oleh politikus kontroversial, Rasmus Paludan di depan gedung Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia telah mengundang reaksi dunia. Insiden itu menuai kecaman internasional yang terus mengalir, khususnya dari negara-negara Muslim di seluruh Dunia.

Berikut ini berbagai negara yang mengecam aksi pembakaran Al-Quran di Swedia:

Arab Saudi
Kementerian luar Negeri Arab Saudi mengutuk keras tindakan pembakaran Al-Quran di Swedia.

“Kementerian luar negeri menegaskan posisi tegas Kerajaan menyerukan pentingnya menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi dan koeksistensi, serta menolak kebencian dan ekstremisme,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dikutip dari English.alarabiya.net.

Malaysia
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengutuk keras tindakan islamofobia dan ekstrem politikus yang membakar Al-Quran. Dia mengatakan bahwa tindakan itu adalah provokasi bagi umat Islam di seluruh dunia.

“Penodaan Kitab Suci Islam secara terang-terangan oleh politisi dan kelambanan pemerintah sama saja dengan mengobarkan Islamofobia dan merupakan provokasi besar terhadap kepekaan bukan hanya Turki tetapi lebih dari dua miliar Muslim di dunia,” kata Anwar Ibrahim dikutip dari Thestar.com.my.

Qatar
Qatar mengecam pihak berwenang Swedia karena mengizinkan Rasmus Paludan membakar Al-Quran.

“Qatar mengutuk dan mencela dengan sangat keras izin otoritas Swedia untuk membakar salinan Al-Quran di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm. Ini juga menekankan bahwa insiden keji ini merupakan tindakan penghasutan dan provokasi serius terhadap perasaan lebih dari dua miliar Muslim di dunia,” kata Kementerian Luar Negeri Qatar dikutip dari Dohanews.co.

Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani menyebut bahwa beberapa negara Eropa dengan dalih palsu mengadvokasi kebebasan berbicara.

Baca Juga :  Kecam Aksi Pembakaran Al-Quran, Erdogan Beri Pesan Menohok: Kami Tidak Serendah Anda

“Mengulangi penodaan kitab suci satu setengah miliar Muslim adalah contoh nyata penyebaran kebencian dan mempromosikan kekerasan terhadap semua Muslim, dan tindakan seperti itu tidak ada hubungannya dengan kebebasan berbicara dan berekspresi,” kata Kementerian Luar Negeri Iran dikutip dari Mehrnews.com.

Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa Muslim di seluruh dunia mengharapkan pemerintah Swedia untuk “mencegah terulangnya perilaku anti-Islam tersebut dan tidak membiarkan para pelaku yang menyakiti perasaan umat Islam tidak dihukum”.

Pakistan
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut bahwa tindakan Islamofobia yang tidak masuk akal dan provokatif ini melukai kepekaan agama lebih dari 1,5 miliar Muslim di dunia.

“Tindakan Islamofobia yang tidak masuk akal dan provokatif ini melukai kepekaan agama lebih dari 1,5 miliar Muslim di seluruh dunia,” kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dikutip dari Arabnews.pk.

Pakistan menyebut tindakan seperti itu tidak tercakup dalam “ekspresi yang sah dari hak atas kebebasan berekspresi atau berpendapat”.

“Kami mendesak mereka untuk memperhatikan sentimen rakyat Pakistan dan Muslim di seluruh dunia dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah tindakan Islamofobia,” pungkasnya.

Kuwait
Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Salem Abdullah Al-Jaber Al-Sabah menyatakan insiden pembakaran Al-Quran di Swedia telah “melukai sentimen Muslim di seluruh dunia dan menandai provokasi serius”.

Baca Juga :  Indonesia Mengutuk Keras Aksi Pembakaran Al-Quran oleh Politikus Swedia

“Untuk memikul tanggung jawab dengan menghentikan tindakan yang tidak dapat diterima seperti itu dan mengecam segala bentuk kebencian dan ekstremisme serta meminta pertanggungjawaban para pelakunya,” kata menteri luar negeri Kuwait, Sheikh Salem Abdullah Al Jaber Al Sabah dikutip dari Dailysabah.com.

Mesir
Mesir menyatakan kecaman keras atas insiden pembakaran Al-Quran di Swedia. Kementerian Luar Negeri Mesir menggambarkannya sebagai tindakan tercela yang memprovokasi perasaan ratusan juta umat Islam di seluruh dunia.

“Praktek ekstremis ini tidak sesuai dengan nilai-nilai menghormati orang lain, kebebasan berkeyakinan, hak asasi manusia, dan kebebasan fundamental manusia,” kata Kementerian Luar Negeri Mesir dikutip dari Arabnews.com.

Uni Emirat Arab (UEA)
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Uni Emirat Arab (MoFAIC) menegaskan “penolakan UEA terhadap semua praktik yang bertujuan untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas yang bertentangan dengan nilai dan prinsip kemanusiaan dan moral”.

UEA memperbarui seruannya untuk meninggalkan ujaran kebencian dan kekerasan dan menggarisbawahi perlunya menghormati simbol-simbol agama dan menghindari menghasut kebencian dengan menghina agama. Kementerian juga menegaskan kembali perlunya menyebarkan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan.

Maroko
Maroko mengutuk keras tindakan Islamofobia Rasmus Paludan yang membakar Al-Quran. Kementerian Luar Negeri Maroko juga terkejut dengan keputusan otoritas Swedia yang memberikan izin pembakaran Al-Quran.

“Kerajaan Maroko terkejut dengan otorisasi otoritas Swedia atas tindakan yang tidak dapat diterima ini, yang terjadi di depan otoritas penegak hukum Swedia. Tindakan penuh kebencian ini, yang menyinggung perasaan lebih dari satu miliar Muslim, dapat memicu kemarahan dan kebencian antara agama dan masyarakat,” tulis Kementerian Luar Negeri Maroko dikutip dari Moroccoworldnews.com

Swedia
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengecam aksi Rasmus Paludan sebagai “tindakan yang sangat tidak sopan”. Aksi itu kini meningkatkan ketegangan antara Swedia dan Turki. Dia pun bersimpati kepada umat muslim di seluruh dunia.

Baca Juga :  Astaghfirullah, Politikus Swedia Rasmus Paludan Bakar Al-Quran di Depan Kedubes Turki

“Kebebasan berekspresi adalah bagian mendasar dari demokrasi. Tapi apa yang legal belum tentu sesuai. Membakar buku yang suci bagi banyak orang adalah tindakan yang sangat tidak sopan. Saya ingin mengungkapkan simpati saya untuk semua Muslim yang tersinggung dengan apa yang terjadi di Stockholm hari ini,” tulis Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson dalam akun Twitter-nya.

Jerman
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Christian Wagner, mengutuk pembakaran Al-Quran di Swedia.

“Kami mengutuk tindakan (yang dilakukan) selama akhir pekan. Itu tidak sopan dan sangat tidak pantas dan kami juga ragu bahwa tindakan ini mewakili pandangan mayoritas masyarakat Swedia,” ujar Christian Wagner dikutip dari Aa.com.tr.

Christian Wagner menyebut tindakan pembakaran Al-Quran sebagai “provokasi yang bertujuan memicu perpecahan”.

Penulis : Nisa
Editor : Amul

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

147,332FansSuka
456,433PengikutMengikuti
14,132PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement ads-

Latest Articles

- Advertisement ads-
%d blogger menyukai ini: