Investigasi Temukan Risiko Keamanan Makanan dan Kekejaman Hewan pada Rantai Pasok Starbucks - MEGATRUST

Home / Internasional

Kamis, 1 Februari 2024 - 15:22 WIB

Investigasi Temukan Risiko Keamanan Makanan dan Kekejaman Hewan pada Rantai Pasok Starbucks

Foto Doc Ist

Foto Doc Ist

Megatrust.co.id, – Organisasi perlindungan konsumen internasional melakukan investigasi terhadap rantai pasok telur di jaringan kopi ternama, Starbucks.

Investigasi itu dilakukan di peternakan pemasok Erlangga Eggs, dimana telurnya digunakan dalam makanan panggang dan siap saji di lokasi Starbucks di Indonesia.

Produk-produk tersebut diproduksi khusus untuk Starbucks oleh grup roti Prima Food Solutions.

Investigasi Equitas, Organisasi perlindungan konsumen internasional, mendokumentasikan berbagai pelanggaran kebijakan yaitu kotoran yang menutupi kandang dan peralatannya, serta menempel pada badan ayam dan telur.

Baca Juga :  Perkuat Netralitas ASN di Masa Pemilu, Kemenkominfo Gelar Literasi Digital Sektor Pemerintahan

Kotoran juga bertumpuk di sebelah ayam dan telur, ayam mati dibiarkan membusuk di samping ayam petelur yang masih hidup, ayam ditempatkan di kandang kecil yang sempit, sehingga menyebabkan bulunya terkelupas, luka-luka, dan kecacatan.

Kemudian, hewan liar lainnya dibiarkan memasuki peternakan dengan bebas, sehingga meningkatkan risiko penularan flu burung dan penyakit lainnya.

“Starbucks menaruh pelanggan dan masyarakat dalam risiko keamanan pangan, selain itu mereka juga mengabaikan kekejaman serius terhadap hewan dalam rantai pasokannya,” kata Dana Taborosi, Perwakilan Equitas, organisasi perlindungan konsumen dan kesejahteraan hewan internasional dalam keterangannya.

Baca Juga :  Ini Dia 10 Tahapan Kompetensi Literasi Digital untuk Lawan Hoaks Politik, Apa Saja?

“Starbucks telah berkomitmen untuk hanya menyediakan telur bebas kandang di gerai di Amerika Serikat dan pasar barat lainnya, namun perusahaan tersebut dan mitra toko rotinya, Prima Food Solutions, terus melayani pelanggan Indonesia dengan produk telur dari peternakan kandang baterai yang kejam dan kotor. Pelanggan Starbucks, di mana pun mereka berada, berhak atas kualitas dan keamanan pangan yang setara.” tambahnya.

Hampir setiap jaringan kafe internasional ternama telah menetapkan tenggat waktu untuk segera beralih ke penggunaan telur bebas kandang di Indonesia dan global, termasuk Dunkin Donuts, Krispy Kreme, Coffee Bean dan Tea Leaf, Tim Hortons, Costa Coffee, Pret A Manger, illy, Au Bon Pain, dan Old Town White Coffee. Mayoritas dari 25 jaringan restoran terbesar di dunia juga telah berkomitmen untuk hanya menggunakan telur bebas kandang di Indonesia dan global, seperti Burger King, KFC, Taco Bell, Pizza Hut, dan Papa John’s.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) dan belasan tim peneliti internasional menemukan bahwa peternakan telur kandang baterai, seperti yang memasok Starbucks di Indonesia, memiliki risiko kontaminasi strain utama salmonella 33 kali lebih besar.

Baca Juga :  Kemenkominfo Kolaborasi dengan Universitas Aisyah Pringsewu Tingkatkan Literasi Digital Civitas Akademika

Produksi telur kandang baterai telah dilarang atau dihapus secara bertahap di lebih dari 30 negara, termasuk seluruh Uni Eropa, Selandia Baru, Inggris, Kanada, dan India. Di Amerika Serikat, banyak negara bagian, termasuk Washington, Oregon, California, Massachusetts, Michigan, dan Rhode Island, juga telah melarang produksi telur kandang baterai atau penjualan telur kandang baterai.

“Kami mengecam Starbucks yang memberikan pelanggannya telur dari ayam kandang baterai di Indonesia padahal produksi telur yang dikurung sangatlah kejam dan tidak aman dan dilarang di negara bagian asal Starbucks, Washington, Amerika Serikat,” tuturnya.

“Kami mendesak Starbucks untuk memperlakukan semua pelanggan secara setara dan mengejar ketertinggalan dari jaringan kopi terkemuka lainnya dengan menetapkan komitmen untuk mengakhiri penggunaan telur kandang baterai di Indonesia dan global.” pungkasnya. (Cep/Red)

Share :

Baca Juga

Internasional

Astaghfirullah, Politikus Swedia Rasmus Paludan Bakar Al-Quran di Depan Kedubes Turki

Internasional

Jelang Final Indonesia vs Thailand. Netizen Ngajak Berzikir Hingga Ada yang Mimpi Indonesia Menang 2-1

Internasional

Prediksi Kematian Ratu Elizabeth II dengan Tepat, Buku Nostradamus Laris Manis

Internasional

Orang-orang Sekarang Memainkan ‘Squid Game’ Dengan Kucing Mereka Saat Tren Meluncur

Internasional

Untuk Mengurangi Emisi CO2 Pusat Data Dengan Hidrogen dan 3 Cara Lain

Internasional

Inggris Setuju Untuk Mengakhiri Pajak Pada Raksasa Teknologi AS Ketika Kesepakatan Global Mulai Berlaku

Internasional

Korea Selatan Memiliki Rekor Jumlah Pasien COVID yang Dianggap Serius atau Kritis

Internasional

Saat Terjadi Gempabumi di Turki, Warga Sedang Tertidur Lelap Dihantam Gempabumi Susulan Bekekuatan Magnitudo 6,7