Satu-satunya di Nusantara, Kehebatan Kesultanan Banten Miliki Teknologi Penjernihan Air - MEGATRUST

Home / Nasional

Jumat, 9 Februari 2024 - 16:55 WIB

Satu-satunya di Nusantara, Kehebatan Kesultanan Banten Miliki Teknologi Penjernihan Air

Pangindelan Abang, proses awal penjernihan air era Kesultanan Banten. Gambar Emilda Yuafi/Megatrust.co.id

Pangindelan Abang, proses awal penjernihan air era Kesultanan Banten. Gambar Emilda Yuafi/Megatrust.co.id

MEGATRUST.CO.ID – Kejayaan Kesultanan Banten masih dapat dirasakan oleh generasi saat ini, salah satunya melalui teknologi penjernihan air yang dibuat sekitar abad ke-17 pada masa Sultan Haji.

Teknologi penjernihan air pada masa Kesultanan Banten dikenal dengan Saluran Air Pangindelan Banten Lama yang memiliki 3 tahap proses penjernihan air yang ada di sekitar danau Tasikardi, dimulai dari Pangindelan Abang, Pangindelan Putih dan Pangindelan Emas.

Keberadaan teknologi saluran air Pangindelan Banten Lama ini tersebar di sekitar Kawasan Cagar Budaya Banten Lama tepatnya di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Keberadaanya dilindungi oleh undang-undang nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Baca Juga : 2 Terpidana Kasus Narkoba dapat Restorative Justice dari Kejari Cilegon, Ini Alasannya

Masing-masing Pangindelan saat ini kondisinya diapit oleh persawahan di sekelilingnya, ketiga teknologi penjernihan air pada masa kesultanan banten masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Analis Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VIII, Siti Rohani mengatakan, kata Pangindelan memiliki arti yaitu mengolah/pengolahan yang dulunya digunakan untuk menjernihkan air pada masa Kesultanan Banten.

“Pangindelan diambil dari bahasa Indonesia yaitu mengolah, Pangindelan ini sendiri merupakan teknologi penjernihan air di era Kesultanan Banten tepatnya di masa pemerintahan Sultan Haji,” ujarnya.

Baca Juga : Foto: Pembuatan Kue Keranjang

Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih, sehingga munculah ide untuk membuat teknologi penjernihan air. Yang mana Kesultanan Banten yang lokasinya dekat dengan laut dan airnya payau membutuhkan sistem pengolahan air menjadi air bersih.

“Karena kebutuhan akan air bersih di istana sehingga memunculkan ide untuk membuat satu teknologi penjernihan air yaitu Pangindelan,” ucapnya.

Pengindelan memiliki bentuk seperti bungker yang berfungsi sebagai penyaringan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari Kesultanan Banten.

Baca Juga : Safari Politik Istri Ganjar Pranowo di Cilegon, Siti Atikoh: Jangan Sampai Kita Lengah

“Pangindelan merupakan bangunan semacam bangker yang berfungsi sebagai penyaringan air bersih bagi kebutuhan sehari-hari keluarga Kesultanan Banten yang tinggal di Keraton Sorosoan,” jelasnya.

“Terdapat tiga bangunan pengindelan yaitu Pangindelan Abang, Pangindelan Putih dan Pangindelan Emas,” tambahnya.

Bangunan Pangindelan masih bisa kita jumpai sampai saat ini di jalur antara Danau Tasikardi dan Keraton Surosowan yang dihubungkan oleh pipa Tera Kota sepanjang sekitar 2 KM.

Baca Juga : BUKAN DI JAKARTA ATAU BANDUNG, Warkop Rumah Hijau Serang Tempat Hits Nongki Bergaya Vintage

Namun kondisi Pangindelan emas sudah rusak yang hanya menyisakan bagian dinding dan bagian bawah yang menyerupai bentuk penampungan air, sementara bagian atapnya sudah tidak ada.

Lantas bagaimana teknologi penjernihan air era Kesultanan Banten melalui Pangindelan ini bekerja? Ternyata dalam prosesnya masing-masing tahapan dari Pangindelan itu memiliki fungsi tersendiri.

Proses penjernihan air dimulai dari dikumpulkannya air dari berbagai aliran sungai Cibanten yang ditampung di Danau Tasikardi, kemudian dialirkan ke Pangindelan pertama yaitu Pangindelan Abang.

Baca Juga : Upaya Pelestarian Cagar Budaya, Situs Saluran Air Pangindelan Banten Lama Akan Dibuat Penanda Cagar Budaya

Di Pangindelan Abang, air dari aliran Danau Tasikardi diendapkan dan disaring menggunakan pasir dan sapu ijuk selama 24 jam lalu diteruskan ke Pangindelan putih.

Pada Pangindelan Putih ini, air akan disaring kembali menggunakan pasir dan sapu ijuk selama 24 jam, selanjutnya air dialirkan lagi menuju Pangindelan terakhir yaitu Pangindelan emas.

Dari Pangindelan Emas lah, barulah air diteruskan ke Pancuran Emas di Keraton Surorosoan untuk air minum dan kebutuhan sehari-hari bagi keluarga Sultan dan masyarakat di Keraton Surosoan.

Baca Juga : Wali Kota Cilegon Panggil Industri Setelah ada Pekerja Hanyut Hingga Tewas, Begini Perjanjian Industri dan Pemkot

Yang menarik dari Pangindelan ini selain bentuknya yang mengesankan, juga merupakan penjernihan air satu-satunya di Nusantara pada masa itu. Berdasarkan penelitian dari kerajaan-kerajaan Nusantara, memang di abad ke-17 ini ditemukan bahwa Banten memiliki teknologi penjernihan air yang tidak ditemukan di tempat-tempat lain yang juga sebenarnya berdekatan dengan laut.

“Panggilan merupakan sistem penjernihan air pada masa Kesultanan Banten dan merupakan satu-satunya sistem penjernihan air di Indonesia pada masanya,” kata Siti. (Emilda/Amul).

Sumber: Youtube Pemerintah Provinsi Banten

Share :

Baca Juga

Nasional

Masuk Era Ekonomi Digital, DPR RI Minta Perhatikan Etika Bisnis

Nasional

Sempat Menghilang dan Langka. Sekali Muncul, Harga Minyak Goreng Kemasan Meroket. HET Dicabut

Nasional

FIFA Buka Kantor Di Indonesia, Pertama Kali Di Asia Tenggara

Nasional

Anyaman Bambu Jadi Inspirasi Logo Hari Pahlawan Nasional 2023

Nasional

Jelang Angkutan Lebaran, Puluhan Kapal di Pelabuhan Merak di Periksa

Nasional

Kenakan Pakaian Adat Baduy. Jokowi Tak Sungkan Puji Pakaian Adat Baduy

Nasional

PT NS BlueScope Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

Nasional

NATAL dan TAHUN BARU, Mulai hari ini, PT ASDP Alihkan Truk Besar ke Pelabuhan Ciwandan