Megatrust.co.id, Tangerang – Pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat menyampaikan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berupaya menyelamatkan dan membebaskan jurnalis foto Thoudy Badai.
Sebelumnya, pewarta foto Republika sekaligus anggota PFI Jakarta tersebut sempat ditahan saat menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Berbagai upaya kolektif dilakukan untuk mengawal proses pembebasan Thoudy Badai. Mulai dari penyebaran informasi secara masif, aksi damai solidaritas di berbagai daerah, hingga doa dari anggota PFI di seluruh Indonesia menjadi kekuatan besar yang mengiringi kepulangannya dengan selamat.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menegaskan bahwa aksi solidaritas tersebut menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan sesama pewarta foto di Indonesia. Menurutnya, profesi pewarta foto bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah keluarga besar yang saling menjaga dan mendukung.
“Sikap satu rasa dan satu jiwa yang ditunjukkan oleh seluruh anggota PFI di seluruh Indonesia membuktikan bahwa kita tidak akan pernah membiarkan satu pun anggota berjuang sendirian. Kami sangat menghormati dedikasi, sinergi, dan ketulusan rekan-rekan di daerah yang berdiri bersama dan bersuara nyaring untuk keselamatan saudara kita,” ujar Dwi Pambudo.
Dwi juga kembali mengingatkan pentingnya perlindungan hukum bagi jurnalis, khususnya pewarta foto yang bertugas di wilayah konflik maupun area penugasan berisiko tinggi. Ia menegaskan bahwa keselamatan jurnalis merupakan hal mutlak yang harus dijamin.
“Pewarta foto bukanlah kombatan dalam konflik. Perlindungan terhadap keselamatan mereka saat menjalankan tugas jurnalistik adalah harga mati yang dilindungi secara tegas oleh hukum internasional,” tambahnya.
PFI Pusat mengimbau seluruh pewarta foto di Indonesia agar tetap solid, menjaga keselamatan saat bertugas, serta terus memegang teguh kode etik jurnalistik di mana pun berada.
Selain itu, PFI Pusat juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, yang dinilai telah melakukan langkah diplomasi agresif dalam proses pembebasan tersebut.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran redaksi Republika, berbagai lembaga kemanusiaan, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut memberikan dukungan dan doa bagi keselamatan Thoudy Badai. (Red)
