Konveksi
Nasional

Hacker Bjorka Ladeni Sindiran Nikita Mirzani

×

Hacker Bjorka Ladeni Sindiran Nikita Mirzani

Sebarkan artikel ini
Respon hacker Bjorka usai diancam Nikita Mirzani. Foto: Instagram/nikitamirzanimawardi_172

MEGATRUST.CO.ID, – Nikita Mirzani beberapa waktu lalu sempat melayangkan sindirannya kepada hacker Bjorka. Dia mengancam untuk mengungkap identitas asli hacker Bjorka.

Hal ini berawal saat Bjorka membocorkan data Nomor Induk Kependudukan Nikita Mirzani. Perempuan kontroversial, itu kemudian menyindir Bjorka dengan menyebutnya bukan hacker tapi seorang pengarang.

Dia menjelaskan kalau data seorang artis sangat mudah untuk ditemukan. Dia juga menyebut akan membongkar identitas si hacker.

Baca Juga: Cara Download Video YouTube Tanpa Aplikasi Tambahan dan Gratis

Menanggapi omongan Nikita Mirzani, hacker Bjorka tampaknya tidak mau ambil pusing. Dia mengatakan tidak punya waktu untuk mengurusi perdebatan dengan Nikita Mirzani.

“Halo nyonya, saya tidak punya banyak waktu untuk melayani Anda,” tulis hacker Bjorka dalam bahasa Inggris dikutip Megatrust.co.id dari unggahan akun @nyinyir_update_official.

Hacker Bjorka mengatakan bahwa Nikita Mirzani hanya menutupi masa lalunya.

“Karena Anda hanya mencari nama yang baik untuk menutupi masa lalu Anda yang buruk,” pungkasnya.

Baca Juga: Diisukan Poligami, Arie Untung Angkat Bicara

Tangkapan layar dari cuitan Bjorka tersebut langsung mendapat balasan dari Nikita Mirzani. Dia menyebut Bjorka terlalu banyak alasan.

“Elo sampein sama dia. Karena saya nggak main Twitter. Jangan banyak alasan gitu,” tulis Nikita Mirzani melalui unggahan di Instagram Story-nya.

Penulis : Nisa
Editor : Amul

Nasional

Megatrust.co.id, Jakarta – Kawasan Kota Tua, Jakarta, dipenuhi para pelaku UMKM konveksi dan komunitas kreatif dalam aksi seni bertajuk “Jersey Untuk Pak Menteri” pada 16 November 2025. Kegiatan yang diprakarsai Sinergi ADV Nusantara ini merupakan bentuk dukungan sekaligus apresiasi kepada pemerintah yang dinilai berhasil menekan gelombang masuk pakaian bekas ilegal masalah yang selama satu dekade terakhir menghantam industri tekstil dan konveksi lokal.