Megatrust, CILEGON – Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon melalui instruksi Wali Kota resmi mengeluarkan surat pemberhentian sementara untuk aktivitas galian atau pertambangan di wilayahnya.
Langkah tegas ini diambil menyusul adanya laporan dugaan sebagai penyebab utama banjir yang merugikan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan.
Aktivitas yang dihentikan secara khusus adalah galian C yang terindikasi menjadi salah satu penyebab masalah lingkungan di tengah cuaca ekstrem. Penertiban ini akan dikawal langsung oleh personel Satpol PP.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Satpol PP, Noviyogi Hermawan menyampaikan, pihaknya direncanakan akan turun langsung ke lapangan pada esok hari untuk menyerahkan surat pemberhentian aktivitas sekaligus melakukan sidak.
Setidaknya ada 4 hingga 5 titik lokasi pertambangan yang menjadi sasaran utama.
“Kita sedang menyusun laporannya karena informasi dari pihak kecamatan bersifat sporadis. Kami juga menurunkan anggota hari ini untuk memastikan lokasi tersebut masih aktif atau tidak, jangan sampai kita datang ke tempat yang sudah tutup,” ujar Noviyogi, Senin (19/1/2026).
Adapun wilayah yang menjadi fokus penertiban mencakup tiga kecamatan, yaitu:
• Kecamatan Ciwandan
• Kecamatan Citangkil
• Kecamatan Cilegon
Noviyogi menyampaikan, pemberhentian aktivitas ini bersifat sementara dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ia juga menegaskan bahwa operasional tambang baru diperbolehkan kembali setelah curah hujan menurun atau berada pada level rendah.
“Selain itu, Pemkot Cilegon juga akan mengirimkan laporan tembusan kepada Gubernur dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi untuk melakukan kajian mendalam terhadap tambang-tambang yang berdampak buruk pada masyarakat,” jelasnya.
Terkait status legalitas tambang, pihaknya menegaskan tidak akan pandang bulu. Jika tambang yang memiliki izin resmi (legal) saja bisa dihentikan karena berdampak buruk, maka tambang ilegal akan diperlakukan lebih keras.
“Kalau yang legal saja kita hentikan, apalagi yang non-legal. Pasti ditutup, bukan lagi diberhentikan sementara,” tegasnya.
Pihaknya juga berencana melakukan pengecekan menyeluruh di seluruh kota untuk memetakan kembali jumlah tambang yang ada dan potensi dampaknya terhadap lingkungan. (Amul/Red)














