Peristiwa

Siang Bolong, Aksi Bajing Loncat Beras di Cilegon Gagal Total, Sopir Amankan Motor Pelaku

Ilustrasi bajing loncat yang hendak mengambil beras di wilayah Kota Cilegon. Gambar chat GPT.

Megatrust, CILEGON – Aksi bajing loncat terhadap truk pengangkut beras gagal total di sekitaran Kebanjiran, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, pada Selasa 21 April 2026 sekira pukul 14.30 WIB.

Aksi Bajing loncat di wilayah Kecamatan Ciwandan kerap membuat resah para pengusaha terutama pengangkut sembako.

Seperti halnya yang dialami oleh pengusaha beras berinisial H. Ia kerap menjadi korban bajing loncat saat anak buahnya melakukan pengiriman.

Namun kali ini, aksi bajing loncat digagalkan sopir dan kernet pengangkut beras di sekitaran jalur Ciwandan, Kota Cilegon.

Peristiwa itu bermula saat, sopir memiliki kecurigaan terhadap motor Honda beat warta unggu yang berboncengan 2 orang

Kecurigaan sopir terhadap kendaraan sangat tepat. Bagaimana tidak, beberapa saat kemudian motor tersebut mepet truk pengangkut beras.

Keduanya disinyalir hendak melakukan aksi pencurian beras diatas kendaraan truk.

Alhasil, sopir yang sudah mencurigai dari mulai wilayah Warnasari langsung menginjak rem mendadak dan akhirnya pelaku terjatuh dari motornya.

Belum sempat menangkap, kedua pelaku langsung melarikan diri dengan meninggalkan motornya di lokasi kejadian.

“Tuh motornya ditinggalkan, pelakunya lari dua orang,” kata H, saat dikonfirmasi Megatrust melalui pesan singkat.

Kernet yang sigap,langsung turun dari truk dan sempat mengejar para pelaku, namun gagal.

Ia mengaku sangat resah dengan adanya bajing loncat disiang bolong begini. Mengingat, ia pernah menjadi korban bajing loncat.

“Saya juga pernah menjadi korban bajing loncat, saat anak buah saya melakukan pengiriman beras ke toko,” tuturnya.

Ia berharap, pihak kepolisian menindak tegas dan melakukan patroli di wilayah tersebut. Mengingat banyak sekali bajing loncat yang berkeliaran.

“Saya harap petugas terus melakukan patroli di sekitar wilayah Kecamatan Ciwandan,” pungkasnya. (Amul/Red)

Exit mobile version