Sanuji
Internasional

Tradisi Ramadhan Iftar Ternyata Jadi Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO

×

Tradisi Ramadhan Iftar Ternyata Jadi Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Iftar. Pixabay AhmadArdity

MEGATRUST.CO.ID Iftar atau buka puasa merupakan salah satu rangkaian yang dilakukan umat Islam selama Ramadhan.

Iftar menandai waktu puasa sudah usai dan harus membatalkannya dengan makan atau minum.

Tidak disangka, ternyata iftar diakui sebagai warisan budaya Islam di seluruh dunia, bukan hanya Indonesia.

Iftar juga telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2023.

Mengutip unggahan Instagram @kemdikbud.ri, keputusan tersebut bermula dari pengajuan yang dilakukan negara Iran, Uzbekistan, dan Azerbaijan. Negara-negara tersebut punya masyarakat yang dominan beragama Islam.

Masyarakat Islam secara kompak menyiapkan makanan buka puasa dan menyantapnya bersama-sama.

Tidak hanya itu, kebersamaan dapat dilihat juga saat sholat hingga menikmati hiburan usai berbuka puasa.

UNESCO mendefinisikan iftar sebagai tradisi perayaan umat Islam saat matahari terbenam pada bulan Ramadan, setelah menjalankan ritus keagamaan dan seremonial. Iftar menandai akhir puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Tradisi ini hampir serupa di setiap negara.

Bagi masyarakat, iftar sering menjadi ajang berkumpul dan makan bersama, memperkuat ikatan keluarga dan komunitas, serta mendorong kegiatan amal, solidaritas, dan pertukaran sosial.

Upacara dan ritual iftar juga dipraktikkan oleh orang-orang yang tidak berpuasa selama Ramadhan. Iftar sering didukung oleh pemerintah, LSM, badan amal, serta media televisi, radio, pers, dan media sosial.

(Nad/Amul)

Internasional

Megatrust.co.id, Jakarta – Perusahaan ritel global asal Jepang, UNIQLO, kembali menunjukkan komitmennya terhadap kemanusiaan melalui inisiatif “The Heart of LifeWear”. Program yang pertama kali diluncurkan pada musim dingin 2024 ini menyalurkan satu juta pakaian hangat HEATTECH kepada para pengungsi, anak-anak, korban bencana, serta masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit di berbagai belahan dunia.