Parah! Dokter Buat Surat Keterangan Rapid Antigen Palsu. Segini Harganya? - MEGATRUST

Home / Hukrim

Selasa, 27 Juli 2021 - 10:50 WIB

Parah! Dokter Buat Surat Keterangan Rapid Antigen Palsu. Segini Harganya?

Megatrust.co.id, SERANG – Parah! Bagaimana tidak, dokter buat surat keterangan rapid antigen palsu, dan dijual kepada para penumpang di Pelabuhan Merak.

Dokter buat surat keterangan rapid antigen palsu, menyasar para penumpang yang kesulitan mendapat rapid antigen saat hendak menyeberang di Pelabuhan Merak. Surat rapid antigen dijual kepada para penumpang dengan harga Rp100 ribu per lembar.

Dokter berinisial RF (31) buat surat keterangan rapid antigen palsu, memanfaatkan situasi di pelabuhan Merak yang saat itu para penyeberang harus memiliki surat rapid antigen.

Diketahui, para penumpang yang hendak menyeberang di pelabuhan Merak harus dilengkapi dengan surat keterangan rapid antigen. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh oknum dan rekannya membuat surat keterangan rapid antigen palsu.

Sayangnya, dokter berinisial RF (31) berhasil diringkus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten. Ternyata, dokter tersebut beraksi tidak hanya sendirian, namun dibantu oleh rekannya sebanyak 4 orang.

Baca Juga :  Gila! Operasi Semalam Maling Gondol Tujuh Handphone dari Tiga Rumah berbeda di Pandeglang

“Kelima tersangka yakni DSI (43), RO (28), YT (20), RS (20) dan RF (31) sebagai dokter disalah satu klinik di Gerem, Kota Cilegon, Banten, Para tersangka sindikat pemalsuan surat rapid tes antigen sebagai syarat menyebrang di Pelabuhan Merak” kata Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Ade Rahmat Idnal.

Foto : Kabid Humas Polda Banten dan Dirkrimum Polda Banten melaksanakan Reales di Mapolda Banten

Dijelaskan Ade, kelima tersangka mempunyai peran masing- masing. Tersangka DSI dan RF berperan sebagai penyedia dan pembuat surat rapid tes antigen palsu.

Tersangka DSI membuat surat dengan cara mengubah identitas sesuai KTP penumpang menggunakan komputer di rumah milik dr. RF.

“Surat dibuat tanpa melalukan prosedur pemeriksaan kesehatan yang semestinya,” ujar Ade.

Kemudian untuk tersangka RO dan YT dan RS menyediakan jasa kendaraan dan menawarkan dan mencari penumpang yang tidak memiliki surat keterangan rapid test antigen.

Baca Juga :  Gila! Operasi Semalam Maling Gondol Tujuh Handphone dari Tiga Rumah berbeda di Pandeglang

“Satu orang dikenakan tarif Rp100.000, dan ini omsetnya dalam satu hari bisa sampai jutaan. Sehari bisa puluhan surat antigen yang dibuatkan,” kata Ade.

Sementara itu Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menyampaikan bahwa sindikat pemalsu surat hasil swab antigen Covid-19 sudah menjalankan aksinya sejak bulan Mei 2021. Namun, permintaan pembuatan meningkat sejak diterapkannya PPKM Level 4.

“PPKM level 4 diberlakukan dengan sasarannya penumpang yang kesulitan mendapatkan surat antigen asli,” ungkap Edy

Selanjutnya Edy mengatakan motif dari hasil ungkap kasus sindikat pemalsu surat hasil swab antigen Covid-19 yaitu untuk menguntungkan diri sendiri

“modusnya yaitu Membuatkan surat keterangan Hasil Swab Antigen tanpa di lakukan pemeriksaan langsung kepada pemohon atau penumpang yang akan melakukan perjalanan ke Lampung melalui Pelabuhan Penyebrangan Merak, melainkan tersangka hanya meminta KTP kepada penumpang dan dibuatkan surat Keterangan Hasil Swab yang diduga Palsu,”ujar Edy Sumardi.

Baca Juga :  Gila! Operasi Semalam Maling Gondol Tujuh Handphone dari Tiga Rumah berbeda di Pandeglang

Edy mengatakan para sindikat ini telah membuat ratusan surat hasil swab yang tidak sesuai SOP atau tidak dilakukan Pemeriksaan langsung

Dua tersangka yakni RF dan DSI dikenakan pasal 263 KUHPidana ayat (1) dan pasal 268 KUHPidana ayat (1) dan UU RI No. 4 tahun 1984 Pasal 14 tentang Penyebaran Penyakit menular dan UU RI No. 6 tahun 2018 Pasal 93 tentang Kekarantinaan kesehatan Jo Pasal 55 KUHPidana.

Sedangkan tiga tersangka YT, RO, dan RS dikenakan pasal 263 KUHPidana ayat (2) dan
Pasal 268 KUHPidana ayat (2) dan UU RI No. 4 tahun 1984 Pasal 14 tentang Penyebaran Penyakit menular dan UU RI No. 6 tahun 2018 Pasal 93 tentang Kekarantinaan kesehatan Jo Pasal 55 KUHPidana.

“Kelimanya diancam pidana selama 10 tahun penjara,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Hukrim

Hendak Pulang Dinas, Personel Ditpolairud Polda Banten Ringkus Maling Motor

Hukrim

Respon Ferry Irawan Usai Diperiksa Terkait Laporan KDRT Venna Melinda

Hukrim

Hanya Pakai Celana Dalam, ODGJ Serang Imam Masjid Agung Cilegon

Hukrim

Pungli Parkir di Pasar Kranggot Cilegon, Dua Oknum Disperindag Diringkus

Hukrim

Anak Perusahaan Krakatau Steel Nyaris Tertipu oleh Perusaan Asing asal Yordania. Kejari Cilegon Ambil Langkah

Hukrim

Nikita Mirzani Diciduk Polisi. Ini Kasusnya

Hukrim

Pemilu Jadi Sasaran Empuk Teror, Densus 88 Terus Melakukan Pemantauan

Hukrim

Polisi Sebut Kurir Coki Pardede Adalah Kru PH, Yusri: Rehabilitasi Coki Pardede Tunggu Rekomendasi BNN