26.3 C
Cilegon
Rabu, November 30, 2022
spot_img

Kacang Kedelai Meroket, Pabrik Tahu Tempe di Cilegon Mogok

Megatrust.co.id, CILEGON, – Harga kacang kedelai saat ini meroket drastis. Akibatnya, pabrik tahu tempe yang ada di Kota Cilegon tepatnya di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, mogok produksi.

Diketahui, harga kacang kedelai semula Rp7 ribu per kilogram, saat ini melonjak 2 kali lipat, mencapai Rp14 ribu per kilogramnya. Alasan mahalnya kacang kedelai itu membuat pabrik tahu di Cilegon

Salah seorang produsen tahu di Kota Cilegon Aji Bangun Ribowo mengatakan, harga kacang kedelai saat ini mengalami kenaikan drastis. Sehingga harga jual tempe pun mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

“Karena harga kedelai yang benar-benar melambung tinggi ya, sekarang sudah mencapai dua kali lipat dari sebelumnya 7 ribu, sudah sampai di angka 14 ribu,” kata Aji ditemui di rumah produksinya di Sukmajaya, pada Kamis 3 Oktober 2022.

Baca Juga :  PT MFi Berdamai Dengan Karang Taruna Gerem, Bersinergi Dengan Lingkungan, Begini Kronologinya

Aji mengancam para pengusaha tahu dan tempe di Kota Cilegon akan mogok. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes karena harga yang sangat melangit.

“Mungkin rencananya sampai hari sabtu baru kita mulai produksi. Seluruh Cilegon,” akunya.

Ia berharap, harga kedelai kembali normal lagi agar, dirinya dan rekannya bisa kembali menjual tempe sesuai ukuran dan harga seperti sebelumnya.

Baca Juga :  PT MFi Berdamai Dengan Karang Taruna Gerem, Bersinergi Dengan Lingkungan, Begini Kronologinya

“Harapan sih harga kedelai bisa normal lagi di angka 7 ribu, delapan ribu,” ucapnya.

Terpisah, Pedagang gorengan di Jalan Raya Anyer Kecamatan Citangkil Lukman mengatakan, kenaikan harga tahu dan tempe sudah tiga hari terakhir.

“Biasanya 50 ribu dapat 16 bungkus, sekarang mah tidak dapat segitu,” kata Lukman.

Bahkan dirinya bingung dengan ancaman para produsen tempe yang akan mogok berjualan. Ia khawatir tidak mendapatkan pasokan tempe untuk berjualan gorengan.

“Mahal aja, besok mau demo (mogok jualan) pedagang tempe di Pasar Kranggot,” tuturnya.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon Dani Rahmat mengatakan, memang produsen dan pedagang tahu akan mogok jualan. Pedagang tahu mogok jualan lantaran mahalnya harga kedelai, sementara untuk tempe biasanya ukuranya diperkecil.

Baca Juga :  PT MFi Berdamai Dengan Karang Taruna Gerem, Bersinergi Dengan Lingkungan, Begini Kronologinya

“Yang mogok jualan pedagang tahu saja, tempe tidak,” kata Dani.

Ia mengimbau warga yang hendak membeli tahu untuk saat ini bisa beralih ke lauk bentuk lain dalam sementara waktu.

“Kami akan melakukan pengawasan saja untuk aksi ini, memantau. Pedagang cuma mogok, bukan demo ke kita,” katanya. (Amul/Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

147,332FansSuka
456,433PengikutMengikuti
14,132PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: